Ditemukan Lagi Pegang Piring

4976
TANGISI CUCU. Nenek dari korban longsor di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, menangis di depan keranda jenazah cucunya, Senin 4 Oktober 2021. Dalam peristiwa longsor, sebanyak empat warga yang merupakan anak Kepala Desa Ilan Batu, Abnd Salam, ditemukan tewas tertimbun longsor. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Empat Anak Kades Ilan Batu Tewas Tertimbun Longsor

PALOPO — Bencana longsor di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, menelan korban jiwa empat orang. Kesemuanya adalah anak Kepala Desa Ilan Batu, Abdul Salam. Keempatnya ditemukan tertimbun longsor, dengan posisi telungkup sedang pegang piring. Diduga, keempatnya sedang makan, saat longsor tiba-tiba datang.

Diketahui, longsor menerjang Desa Ilan Batu yang terletak di poros Jl. Batusitanduk-Toraja Utara, sekira pukul 17.00 Wita, Ahad 3 Oktober 2021, akhir pekan lalu.

Longsor mengakibatkan satu rumah tertimbun, yaitu milik Kades Ilan Batu, Abdul Salam yang saat kejadian empat anaknya sedang makan usai bermain bola hujan-hujanan.

Dari penuturan tante korban, Mama Jasri yang ditemui Palopo Pos di lokasi dekat kejadian, keponakannya semua ditemukan lagi pegang piring. “Diduga sedang makan kodong, tiba-tiba tumpah longsor dari atas,” ujarnya sambil menangis terseduh mengenang para keponakannya yang diketahui masih berusia 17, 11, 8, dan 6 tahun.

Keempat anak Kades Ilan Batu yang ditemukan tewas tertimbun longsor adalah, Sofyan (11 tahun), Imam (8 tahun), Ammang (17 tahun), dan Furqon (6 tahun).
Sofyan (11 tahun) lebih dulu ditemukan tim pencarian terdiri dari TNI Kodim 1403 Palopo, Brimob Kompi D Polda Sulsel, personel Polres Luwu, Basarnas, dan relawan, sekira pukul 10.00 Wita, pagi kemarin.

Tim pencarian dikoordinir langsung Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak yang sejak pagi kemarin sudah berada di lokasi.
Setelah Sofyan ditemukan, disusul Imam, Ammang, dan terakhir Furqon.

Lanjut Mama Jasri menceritakan, sebelum kejadian, istri kades Ilan Batu yang juga ibu dari keempat korban, sekira pukul 15.00 Wita, ke lapangan memanggil keempat anak-anaknya untuk kembali ke rumah, mandi, usai main bola hujan-hujan. Diketahui, hujan deras mulai turun sejak Ahad siang 3 Oktober sampai Senin 4 Oktober dinihari.

Sementara saat itu, Kades Ilan Batu, Abdul Salam sedang berada di Batusitanduk di rumah Wabup Luwu, Syukur Bijak.
Sambung Mama Jasri lagi, setelah memanggil anak-anaknya kembali ke rumah, ibu para korban ini, lalu, kembali ke warung untuk menjaga.

“Jadi di dalam rumah hanya ada empat anak-anaknya kasian, sedang ibunya jaga warung. Sekitar jam 5 sore tumpah dari atas, tertimbun rumahnya kodong,” ujar Mama Jasri yang terus menangis sambil menceritakan.

Keempat jenazah tersebut lalu dimakamkan di pekuburan keluarga di daerah Dusun Bolong, Desa Ilan Batu. Sekira 4 km dari titik longsor.

“Iye dikubur di atas, dekat kuburan nenek-neneknya,” ucap Mama Jasri lagi.

Salah seorang relawan kepada Palopo Pos, Suaib Laibe mengatakan, ketiga ditemukan tidak bersamaan. ”Keempat korban yang tertimbun longsor telah ditemukan pagi dan sore hari dalam keadaan meninggal dunia,” katanya, Senin, 4 Oktober 2021 sore.

Sebagai informasi, rumah Kades Ilan Batu terletak dekat pinggir jalan poros Batusitanduk-Torut, yang dari belakang langsung berhadapan dengan gunung. Di depannya jalan dan aliran sungai.
Sebelumnya, di Kecamatan Walenrang Barat pagi kemarin, masih terisolir karena jalan trans tertutup material longsor. Sekarang sudah terbuka, berkat alat berat Wheel Loader. Dari pantauan Palopo Pos, sekira ada 20 titik longsor sepanjang mulai dari Batusitanduk sampai Desa Ilan Batu.

Awalnya proses pencarian keempat anak kades Ilan batu dilakukan manual. Kemudian dibantu alat berat ekskavator. Hanya saja, kata Dandim 1403 Palopo, Letkol Inf Gunawan yang ditemui di lokasi pencarian, kendalanya ada pada BBM yang kosong. “Alat beratnya hanya bekerja beberapa saat saja, karena BBM-nya habis, jadi perlu waktu lama mengambil dari luar,” kata perwira TNI dua melati ini.

Sementara itu, data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, banjir bandang dan tanah longsor itu telah berdampak di enam kecamatan yang meliputi Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi dan Lemasi Timur.

Korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor ada sebanyak 127 jiwa, yang mana 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga mengungsi di masjid yang berada di Kecamatan Walenrang Timur.

Turut hadir dalam pencarian korban, Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto. (idr)