Wali Kota Palopo Judas Amir Kepala Daerah Terkaya di Luwu Raya-Toraja, Ini Jumlah Kekayaannya

489
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sebanyak 70,3% harta kekayaan para pejabat negara naik selama setahun terakhir atau di masa pandemi Covid-19. Termasuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, mengatakan laporan kenaikan itu diketahui setelah pihaknya melakukan analisis terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2019-2020.

Harta kekayaan Jokowi selama satu tahun terakhir meningkat senilai Rp8.898.734.925. Jokowi terakhir kali melaporkan harta kekayaan ke KPK pada 12 Maret 2021. Total nilai harta kekayaannya sebesar Rp63.616.935.818.

Secara rinci, Jokowi mempunyai 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Jakarta, dengan estimasi nilai keseluruhan Rp53.281.696.000.

Ia turut melaporkan kepemilikan 7 unit mobil dan satu unit motor seharga Rp527.500.000. Mantan Wali Kota Solo ini mempunyai harta bergerak lainnya Rp357.500.000; kas dan setara kas Rp10.047.790.536; dan utang Rp597.550.718.

Sementara dalam laporan sebelumnya, tepatnya tanggal 29 Februari 2020, jumlah harta kekayaan Jokowi sebesar Rp54.718.200.893. 20 bidang tanah dan bangunan dalam laporan itu senilai Rp45.643.588.000.

Sedangkan 7 unit mobil dan 1 unit motor tercatat senilai Rp647.500.000; harta bergerak lainnya Rp360.000.000; kas dan setara kas Rp8.928.471.262; dan utang Rp861.358.369.
Lantas berapa jumlah kekayaan kepala daerah dan beberapa pejabat daerah di Luwu Raya?
Dari penelusuran Palopo Pos di website https://elhkpn.kpk.go.id/, harta kekayaan beberapa pejabat daerah naik berkali lipat selama menjabat.

Seperti pada Wali Kota Palopo, HM Judas Amir (JA) yang jumlah harta kekayaannya naik berkali lipat dari hanya Rp1.253.230.793 tahun 2012 sewaktu mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Palopo. Di Desember 2020 meningkat menjadi Rp10.298.585.109. Jumlah ini membuat Wali Kota Palopo, HM Judas Amir sebagai kepala daerah (kada) terkaya se-Luwu Raya dan Toraja.

Berbeda dengan harta Wakil Wali Kota Palopo, Dr Rahmat M Bandaso, yang jumlah kekayaannya justru turun selama menjabat. Dari hanya Rp1.502.230.960 di tahun 2017 saat mencalonkan diri sebagai calon Wawali Palopo, menjadi Rp1.372.566.594 Desember tahun 2020.

Dengan berkurangnya harta yang dimiliki, Wawali RMB, sapannya mengungkapkan, harta tersebut lebih banyak dipakai untuk menyumbang ke masyarakat. “Berkurang memang dek, ya begitu mi adanya,”katanya.

Lalu di Pemkot Palopo, ternyata ada juga pejabat yang kekayaannya mencapai miliaran rupiah. Yakni, mulai Kepala BKPSDM Palopo, Farid Kasim Judas yang mengalami peningkatan harta signifikan. Saat mulai menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Desember 2018, lalu, Farid yang akrab disapa FKJ hanya memiliki kekayaan Rp78.000.000, meningkat signifikan sekarang ini (Desember 2020) yang menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kota Palopo dengan jumlah kekayaan mencapai Rp6.062.363.636.

Terus Kepala Dinas Kebudayaan, Karno dengan harta kekayaan Rp7.262.693.119, Kadis Kesehatan Palopo, Taufiq yang harta kekayaannya mencapai Rp4.315.343.072, Kepala Inspektorat Palopo, Asir Mangopo dengan kekayaan Rp3.781.126.996.

Jumlah kekayaan kepala dinas di atas mengalahkan kekayaan Wakil Wali Kota Palopo, Dr Rahmat M Bandaso dan Sekkot Palopo, Firmanza DP hanya Rp1.986.661.251 (Desember 2020).

Sekkot Palopo, Firmanza DP yang dimintai tanggapan mengenai jumlah harta kekayaan itu mengungkapkan, kalau jumlah tersebut adalah hasil gabungan dengan harta kekayaan dari istri. “Ada ruko dan rumah,” sebutnya.

Kadinkes Palopo, Taufiq yang juga dihubungi mengaku, kaget dengan jumlah harta kekayaannya. “Tunggu saya cek dulu dinda,” pungkasnya.

Sementara itu, harta kekayaan Bupati Luwu, Basmin Mattayang juga meningkat selama menjabat Bupati Luwu. Dari Rp3.700.000.000 saat mencalonkan diri sebagai calon Bupati Luwu tahun 2018, dan Desember 2020 naik menjadi Rp4.445.780.000.

Untuk harta Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak juga naik tetapi tidak signifikan. Dari Rp.1.839.948.376 saat pencalonan sebagai Wakil Bupati Luwu tahun 2018, lalu. Naik menjadi Rp1.939.948.376 Desember 2019, lalu.

Adapun harta kekayaan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani juga mengalami kenaikan selama menjabat. Dari Rp5.528.487.219 di tahun 2017, lalu, saat awal menjabat, naik menjadi Rp9.693.992.799 Desember 2020, lalu.

Untuk harta kekayaan Wakil Bupati Lutra, Suaib Mansur, juga naik tetapi tidak signifikan, Rp2.579.707.425 tahun 2019 lalu saat masih menjabat kepala dinas. Saat ini menjadi Rp2.726.269.918 sebagai Wakil Bupati Luwu Utara.

Untuk harta kekayaan Bupati Luwu Timur, H. Budiman sebanyak Rp2.164.566.054 yang dilaporkan terakhir Maret 2021 saat masih menjabat Wakil Bupati.(idris prasetiawan)

Harta Kekayaan Pejabat di Luwu Raya-Toraja

Palopo

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir : Rp 10.298.585.109 (Desember 2020)
Rp 1.253.230.793 (tahun 2012)

Wakil Wali Kota Palopo, Dr Rahmat M Bandaso : Rp 1.372.566.594 (Desember 2020)
Rp 1.502.230.960 (2017)

Sekkot Firmanza : Rp 1.986.661.251 (Desember 2020)
Rp 1.919.661.251 (Desember 2019)

Kadis Kebudayaan Karno : Rp 7.262.693.119 (Desember 2020)

Kepala BKPSDM Farid Kasim Judas : Rp 6.062.363.636 (Desember 2020)
Rp 78.000.000 (2018)

Kadinkes Palopo Taufiq : Rp 4.315.343.072 (Desember 2020)

Kepala Inspektorat Asir Mangopo : Rp 3.781.126.996 (Desember 2020)

Luwu

Bupati Luwu, Basmin Mattayang : Rp 4.445.780.000 (2020)
Rp 3.700.000.000 (2018)
Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak : Rp 1.839.948.376 (2018)
Rp 1.939.948.376 (Desember 2019)

Lutra
Bupati Indah Putri Indriani : Rp9.693.992.799 (Desember 2020)
Rp5.528.487.219 (2017)

Wakil Bupati Suaib Mansur : Rp 2.726.269.918 (Desember 2020)
Rp 2.579.707.425 (2019)

Lutim
Bupati H. Budiman : Rp 2.164.566.054 (Maret 2021)

Torut
Bupati Yohanis Bassang : Rp 5,908 miliar (September 2020)

Tator
Bupati Theofilus Allorerung : Rp 2,836 miliar (Desember 2020)
* Sumber: https://elhkpn.kpk.go.id/