Tinta Habis, Dua Ribu e-KTP tak Tercetak

22
Pelayanan perekaman Dinas Dukcapil Luwu di Kecamatan Walenrang Barat beberapa waktu lalu. Saat ini e-KTP tak bisa dicetak lantaran tinta habis.

BELOPA— Sejumlah masyarakat Kabupaten Luwu mengeluhkan. Itu karena Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) tak bisa dicetak. Jumlahnya mencapai 2.000 keping. Cek per cek, tinta Dinas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), habis.

Ketua Komisi I DPRD Luwu, Nur Alam Ta’gan kepada Harian Palopo Pos, (14/9) mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan pelayanan langsung di Dinas Dukcapil Luwu banyak dikeluhkan masyarakat. Lantaran warga yang mengurus e-KTP harus kecewa karena e-KTP yang sangat mereka butuhkan tidak dapat dicetak

“Banyak warga di Walmas yang mengurus KTP untuk kepentingan mereka. Tetapi begitu mereka datang di Dinas Dukcapil Luwu ternyata mereka gagal memperoleh KTP dengan alasan tidak dapat dicetak karena tinta habis. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi, karena bagi masyarakat KTP itu amat penting sebagai syarat mendaftar pekerjaan maupun syarat untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah,” ungkap Nur Alam.

Kepala Dinas Dukcapil Luwu, Drs Andi Darmawangsa Rahim yang dikonfirmasi Harian Palopo Pos, membenarkan banyaknya e-KTP warga yang tertunda pencetakannya disebabkan pihaknya kehabisan tinta

“Ada sekitar dua ribuan lebih KTP yang belum atau tertunda kami cetak. Itu karena tinta tidak ada. Sementara tinta yang digunakan adalah tinta khusus,” kata Darmawangsa.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Dukcapil Luwu, Sufyan Sabila SE, menjelaskan saat ini ada sekitar dua ribuan e-KTP yang statusnya print ready record (PRR) atau mengalami penundaan lantaran ketiadaan tinta.

“Kami membutuhkan setidaknya 80 botol tinta setiap tahunnya. Stok pengadaan tahun 2020 sudah habis sejak April lalu sehingga sejak bulan April yang mengurus KTP belum dapat kami cetak karena kehabisan tinta. Insha Allah kami upayakan pencetakan kembali keping KTP pada akhir September ini,” kata Sufyan.

Sufyan menjelaskan ketiadaan tinta lantaran belum adanya proses lelang pengadaan tinta dan hal itu terjadi secara nasional.

“Seluruh kabupaten dan kota saat ini mengalami masalah yang sama yaitu ketiadaan tinta. Masalah ini muncul karena Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan (LKPP) sekarang belum membuka pengumuman lelang secara e-katalog,” kata Sufyan seraya mengatakan bagi yang mengurus e-KTP untuk sementara waktu hanya akan dibuatkan biodata sebagai pengganti keping e-KTP. (and/ikh)