Sebelum ASN, Kadis Kebudayaan Karno Sudah Jadi Pengusaha, Asetnya Capai Rp7,2 M

47
Kadis Kebudayaan Palopo, Karno SSos pada lokasi usaha rumput lautnya di Jl. Bakau, Balandai, Palopo. --ft: istimewa

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Kepala Dinas Kebudayaan Palopo, Karno SSos merupakan salah satu pejabat terkaya di Pemkot. Asetnya mencapai Rp7,2 miliar. Itu sudah dipotong hutang bank.

“Sebenarnya aset saya Rp10 miliar lebih. Setelah dipotong hutang bank, bersihnya sisa Rp7,2 miliar,” ucap Petta Bondeng –sapaan akrab Karno– saat ditemui Palopo Pos di ruang kerjanya, Kamis, 16 September 2021.

Hanya saja, Petta Bondeng enggan menyebut harta miliknya dalam bentuk uang cash atau kas setara kas. Namun aset yang besar tersebut, mayoritas dalam bentuk investasi, barang tidak bergerak, dan barang bergerak.

Investasinya dalam bentuk tambak seluas 30 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah. Kebun buah-buahan di Masamba seluas lima hektare. Pergudangan di Palopo dan Malili. Rumah di Palopo dan Makassar. Serta mobil, dan aset lainnya.

“Perlu dicatat, saya mungkin ASN pertama di Luwu Raya yang ikut tax amnesty pada tahun 2018. Artinya, aset saya clear dan clean,” katanya.

Lanjut Karno, sebelum menjadi ASN, ia memang telah menggeluti dunia usaha. Awalnya usaha bahan bangunan kayu. Kemudian usaha rumput laut, dan menjadi eksportir rumput laut pada tahun 2008 hingga 2014. “Setelah itu usaha saya tiarap. Sekarang, mulai lagi kerja (usaha rumput laut),” ucapnya.

Saat usaha rumput lautnya aktif dulu, Petta Bondeng memasarkan sekira seribu ton rumput laut per bulan. Dengan keuntungan Rp100 juta hingga Rp150 juta. Komoditas tersebut ada yang dijual pada pasaran dalam negeri dan ada pula yang diekspor. (ikhwan ibrahim)