Polres Luwu Tangkap Pasutri Asal Sulteng yang Tipu Warga Luwu Rp243 Juta

14
RESKRIM Polres Luwu mengamankan pasutri asal Sulteng yang menipu warga Luwu. IST

* Modusnya Jual Beli Beras dan Tabung Elpiji

BELOPA — Kinerja Polres Luwu patut diacungkan jempol. Berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan beras 29 ton serta 19 tabung elpiji, yang pelakunya ternyata pasutri asal Sulawesi Tengah.
Kejadian penipuan dan perampokan terjadi di Lingkungan Damai, Kelurahan Padang Subur, Kec. Ponrang, sekira Juni 2021, lalu.
Penangkapan tersebut dipimpin KBO Reskrim Polres Luwu Ipda Yakobus R. bersama Unit Tipiter dan Resmob Sat Reskrim Polres Luwu di Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (9/9/ 2021), sekitar pukul 16.00 wita.
Pelaku adalah JU (42) dan RL (41) suami istri warga Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah, Sulawesi Tengah berpura-pura mengaku sebagai pedagang beras dan kemudian menjalin hubungan kerjasama dengan korban Yeti (39) dalam hal bisnis jual beli beras.
Setelah kerjasama tersebut berjalan, pelaku kemudian meyakinkan korban dengan melakukan sebahagian pembayaran terhadap harga beras milik korban yang telah diambil sebelumnya, sehingga saat itu korban percaya dengan pelaku.
Setelah adanya kepercayaan dalam kerja sama tersebut maka kemudian pelaku melakukan aksinya dengan melakukan pengambilan beras secara bertahap hingga mencapai sebanyak 29 ton serta beberapa tabung elpiji. Setelah itu pelaku tidak melakukan pembayaran beras lagi, serta tabung gas juga digondolnya dan menghilangkan jejak dengan tidak menjalin hubungan komunikasi dengan korban.
Atas kejadian tersebut korban Yeti (39) melapor ke Polres Luwu 20 Agustus 2021.
Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Jon Paerunan SH mengatakan, setelah dilakukan lidik dan sidik hingga kemudian dilakukan penangkapan terhadap pelaku di Luwuk Banggai dengan menempuh perjalanan darat selama 14 jam kemudian menyeberang ke Pulau Banggai Laut dengan menggunakan kapal feri selama 10 jam.
Setelah sampai di Kelurahan Jaya Kencana, Kec. Toili, Kab. Banggai Tengah menempuh jalan 10 jam dari Luwuk banggai, dikosan tempat kedua pelaku bersembunyi, kemudian kedua pelaku diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Toili untuk diamankan dan diinterogasi kemudian dibawa ke Mapolres Luwu untuk penyidikan.
”Dari hasil interogasi kedua pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan dan penggelapan beras terhadap korban Yeti warga Padang Sappa sebanyak 29 ton beras. Kemudian hasil penjualan beras tersebut sebagian ia belikan sebidang tanah kemudian membangun pondasi dan barang-barang berupa 4 unit handphone,” ujar Jon.
Dikonfirmasi terpisah Kapolres Luwu AKBP Fajar Fani Susanto SIK MH mengatakan bahwa motif pelaku adalah mengambil keuntungan dari hasil penjualan harga beras dan tabung elpiji tersebut.
“Adapun peranan tersangka JU (42) dalam melakukan penipuan dan penggelapan tersebut yakni sebagai pihak yang membuat kesepakatan kerjasama jual beli beras dengan pihak korban Yeti (39) sedangkan terhadap tersangka RL (41) adalah selaku pihak yang ikut membantu tersangka JU (42) melakukan pengangkutan dan penjualan beras serta tabung elpiji, kemudian kedua tersangka tersebut menggunakan uang hasil penjualan beras dan tabung elpiji untuk keperluan pribadinya secara bersama-sama. Atas adanya peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 243.350.000,” ujar Fajar.
Fajar melanjutkan bahwa dari tangan pelaku kita amankan barang bukti uang tunai sebesar Rp26.900.000, dan barang elektronik serta peralatan rumah tangga yang diperoleh dan dibeli oleh pelaku dengan mempergunakan uang hasil penjualan beras dan tabung elpiji milik korban. Atas kejadian tersebut pelaku dijerat pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP.(idr)