Pedagang Kecil Keluhkan Omset Turun akibat Covid-19

10
Stand jualan kelapa milik Hamka, di Jl. Poros Nyiur Permai, Palopo. --ft: istimewa

* Citizen Jurnalis
Ummu Kalsum
(Mahasiswa Magang II IAIN Palopo)

PALOPOPOS-CO.ID, MALATUNRUNG-– Para pedagang di Kota Palopo, BTN Nyiur, mengeluhkan terkurasnya omset di tengah pandemi virus corona. Turunnya pendapatan tak lepas dari sepinya konsumen, terlebih saat Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Keluhan itu salah satunya diungkapkan Hamka, seorang pedagang kelapa di Jl. Poros Nyiur Permai, Palopo. Ia mengaku mengalami penurunan sekitar 25% pada masa pendemi covid-19, dibanding ketika sebelum terjadi pendemi tersebut.

Dalam kondisi normal, Hamka mampu menjual hingga 100 kelapa dalam sehari. Kini, dia mengaku kelapanya hanya laku 10 kelapa saja per hari di tengah harga pasokan yang cukup dan harga yang stabil. Untuk kelapa muda ia membandrol mulai dari Rp7 ribu sedangkan kelapa tua seharga Rp6 ribu.

“Sepinya para pembeli dan daya beli orang yang kurang akibat corona. Itu yang paling mempengaruhi pedagang,” kata Hamka, Senin, 13 September 2021.

Ia juga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Seadangan ia sudah memasukkan data-datanya ke pemerintah. “Saya tidak tau dari segima saya tidak medapatkannya sampai sekarang sedangakan yang lain dapat mulai dari awal sampai sekarang,” ungkap Hamka.

Hamka pun berharap keadaan kembali seperti masa sebelum pandemi. Dalam kondisi normal, pembeli selalu ramai. Ia juga perharap perhatian pemetrintah kepada pedagang kecil di tengah kondisi pandemi covid-19. Dengan demikian, dapat tetap bertahan ditengah kondisi tersebut.

“Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah, agar bisa terus berjualan. Karena ada anak dan istri di rumah harus dinafkahi,” tambahnya. (ikh)