Nekat Meniti Setiap Hari, Untuk ke Sekolah

46
MENITI HARAPAN. Rismu Amanah (depan), Nurfailah (tengah), dan Katril (belakang) meniti kawat sling dan bambu bekas jembatan gantung yang rusak akibat di terjang banjir, Jumat 10 September 2021, sepulang dari sekolah. Akses jembatan ini membantu mobilitas warga dan siswa ke sekolah di Desa Malela dengan Desa Padang Lambe, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu. Sudah lebih setahun jembatan ini rusak akibat diterjang banjir beberapa kali. Warga pun berharap pemerintah dapat membangunkan jembatan yang lebih layak. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Jembatan Penghubung Desa Malela dan Padang Lambe di Suli, Rusak

Semangat pelajar dari Dusun Tamara, Desa Malela, patut jadi contoh bagi pelajar lainnya. Pasalnya, setiap hari harus meniti kawat sling bekas jembatan gantung yang rusak, di atas aliran deras Sungai Cimpu, untuk mencari ilmu di sekolah.

IDRIS PRASETIAWAN, SULI

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah digelar di Kabupaten Luwu sejak 2 pekan terakhir. Lantaran sudah ada perintah dari pusat yang membolehkan membuka bagi daerah yang berada di status PPKM Level 3. Sementara, Kabupaten Luwu, juga berada di Level 3.
Dengan dimulainya belajar secara tatap muka di sekolah, menjadikan pelajar khususnya di Dusun Tamara, Desa Malela, ini kembali semangat ke sekolah. Bertemu dengan teman-teman dan guru. Melepas rindu, yang hampir 1,5 tahun hanya secara daring bertatapan.
Meskipun sudah PTM, tetapi ternyata jadwalnya dibatasi. Ada penggiliran masuk kelas.
Rismu Amanah, Nurfailah, dan Katril, siswi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 03 Malela, adalah tiga dari sekian puluh pelajar yang tinggal di seberang Sungai Cimpu.
Ketiganya tak gentar meniti di atas kawat sling sambil bergoyang. Di bawahnya mengalir air Sungai Cimpu yang cukup deras dan dalam.

Nekat Meniti Setiap Hari, Untuk ke Sekolah
MENITI HARAPAN. Rismu Amanah (depan), Nurfailah (tengah), dan Katril (belakang) meniti kawat sling dan bambu bekas jembatan gantung yang rusak akibat di terjang banjir, Jumat 10 September 2021, sepulang dari sekolah. Akses jembatan ini membantu mobilitas warga dan siswa ke sekolah di Desa Malela dengan Desa Padang Lambe, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu. Sudah lebih setahun jembatan ini rusak akibat diterjang banjir beberapa kali. Warga pun berharap pemerintah dapat membangunkan jembatan yang lebih layak. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

Jembatan ini bekas jembatan gantung yang rusak, akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Setiap hari ia melakukan rutinitas melewati medan ekstrem ini.
Dengan beban buku di dalam tas, yang digendong, tak membuat ketiganya kesulitan meniti. “Sudah terbiasa mi menyeberang melewati begini pak,” kata Rismu Amanah, yang mengaku duduk di Kelas 5.
Katanya, selama PTM ini, ia hanya aktif belajar tatap muka pada Rabu, Kamis, dan Jumat. “Kita ada jadwal bergiliran sekolah tatap muka pak. Tidak setiap hari, gantian dengan teman lain,” ungkapnya yang diwawancara Palopo Pos setelah menyeberangi kawat sling ini.
Sementara itu, Nek Rusdi, juga warga yang tinggal di seberang Sungai Cimpu, berbatasan dengan Desa Padang Lambe, mengaku tidak berani lewat di kawat sling ini. “Saya lebih baik pilih jalan kaki jauh lewat kuburan, daripada lewati ini jembatan rusak. Jauh memang, tetapi itu ji yang saya bisa,” ceritanya.
Ditambahkan Pak Rasyid, jembatan ini sudah setahun lebih rusak. Berkali-kali diterjang banjir. Oleh warga setempat juga sudah berkali-kali memperbaiki swadaya. Hanya saja, banjir terakhir ini, awal tahun 2021, lalu, yang terparah membuat jembatan ini terbawa kayu gelondongan yang hanyut.
Jembatan ini sebagai satu-satunya jembatan penghubung Desa Malela dengan Desa Padang Lambe yang ada. “Ada dua jembatan pak, yang satu sudah putus total, sisa ini saja yang masih bisa dilewati, tetapi harus hati-hati,” ujarnya.
Untuk menuju jembatan ini boleh dikata tidak terlalu sulit. Dekat dari Ibu Kota Kabupaten Luwu, Kota Belopa. Dekat dari Kantor Bupati Luwu dan Kantor DPRD Luwu. Hanya sekira 10 km.
Pak Rasyid berharap, kiranya Pemda Luwu atau siapa saja, bisa kembali membangunkan jembatan gantung yang layak.

Nekat Meniti Setiap Hari, Untuk ke Sekolah
Warga meniti kawat sling bekas jembatan gantung di Dusun Tamara, Desa Malela,Kec. Suli. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPOPOS

Tahun Depan

Kondisi jembatan gantung ini, juga telah ditinjau Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Fadriaty Asmaun langsung merespon dan melaporkan hal tersebut.
Ia minta tolong kepada pemerintah agar memberi perhatian khusus terhadap jembatan tersebut. Mulai dari Dinas PUPR Kabupaten Luwu yang telah mengunjungi lokasi tersebut, maupun anggota DPRD Porvinsi Sulsel.
“Saya sudah laporkan langsung ke Plt. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan beliau sangat merespon dengan baik. Katanya tahun depan dianggarkan,” ucap legislator Partai Demokrat itu.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu mengatakan kalau ini adalah persoalan yang mendesak jadi harus secepatnya difikirkan jalan keluarnya. “Insya Allah kita akan ajukan bantuan keuangan untuk anggaran tahun depan,” ungkapnya.
Sebelumnya warga di Dusun Tirowali, Desa Malela mengeluhkan rusaknya jembatan gantung di desa mereka. Padahal jembatan ini jadi setiap hari digunakan warga untuk menyeberangi sungai Suli. (*)