Musda Golkar Lutim Berakhir Deadlock

96

AKSI protes kader Golkar Lutim di arena Musda IV Golkar di Hotel Sikumbang, Selasa siang 21 September 2021. Nampak Ketua DPD I Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe membuka musda yang dihadiri Bupati Luwu Timur, H. Budiman. KARIM/PALOPO POS

PALOPOPOS.CO.ID, TOMONI — Sidang Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Golkar Luwu Timur berlangsung ricuh. Sejumlah kader memprotes gelaran musda, sampai menimbulkan kericuhan.

Akibatnya musda harus ditunda (deadlock) oleh panitia hingga batas waktu tidak ditentukan. Sebelumnya saat pembukaan Musda IV Golkar Luwu Timur berjalan lancar. Musda dibuka Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe di Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur.

Musda Golkar Lutim Berakhir Deadlock

Hadir juga Bupati Luwu Timur, Budiman, Plt dan Ketua Partai Golkar se-Tana Luwu, dan pengurus DPD I Golkar Sulsel.

Setelah pembukaan, musda kembali dilanjutkan setelah Salat Ashar, Selasa 21 September 2021, hanya saja, baru akan diumumkan nama Aripin atau Mahading yang akan menjadi calon Ketua Golkar Lutim oleh ketua panitia, tiba-tiba gelombang protes berdatangan dari sejumlah mantan pengurus DPD II Golkar Luwu Timur dan sejumlah organisasi sayap Golkar Lutim. Protes dilontarkan dengan cara berteriak.

Lantaran aksi protes yang tidak berujung ini terjadi, pengurus DPD I Golkar Sulsel, Arfandy Idris yang memimpin jalannya musda akhirnya mengambil kesimpulan meng-skorsing sidang sampai batas waktu tidak ditentukan.

Arfandy menyampaikan bahwa bersama SC sepakat pelaksana musda IV Golkar Luwu Timur ditunda.

“Kami panitia dan DPD I sepakat Musda ini ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Arfandy.

Arfandy menyampaikan, alasan ditundanya musda ini karena ada beberapa kader yang melakukan aksi protes terkait Pelaksanaan Musda ini.

“Ada beberapa Kader kita menyampaikan aspirasinya dan beda pandangan dengan pelaksanaan musda ini, karena situasinya tidak memungkinkan sehingga kita sepakat menunda musda ini,” katanya.

Arfandy mengaku pelaksana Musda ini akan kembali dikaji sampai kesalahpahaman atau ada komunikasi yang belum tersampaikan. ”Mungkin ini yang segera kita laksanakan terlebih dahulu,” ujarnya.

“Tadi saya dengar ada beberapa yang pertanyakan posisi pelaksanaan tugas itu, ada pergantian mulai dari pimpinan kecamatan, KPPG, AMPG,” katanya.

Arfandy juga berharap kader partai Golkar di Luwu timur ini tetap semangat dan menyatu dan tetap solid, sehingga apapun yang menjadi keputusan partai kita bisa menerimanya.

Kericuhan di arena Musda ini sempat memecahkan beberapa piring kaca tempat kue dan meja musda juga di banting.

Kepada Palopo Pos, sejumlah kader yang melontarkan aksi protes ini mengaku kecewa dengan adanya keputusan sepihak memberhentikan kader secara mendadak dari jabatannya.

Di antaranya, Sekretaris Partai Golkar Lutim, Andi Muhammad Zulkarnain diberhentikan dan diganti oleh Plt Sekretaris La Kama Wiyaka. Kemudian, sehari sebelum pelaksanaan musda, dikeluarkan SK Pemberhentian Ketua KPPG Lutim dengan Nomor: KEP.17/DPD-II/PGLT/VIII/2021, yaitu Ny. Hj Armayani Amran Syam, istri mendiang Ketua DPRD H. Amran Syam. Dalam SK itu mengangkat Indiana Sartian sebagai Plt Ketua KPPG Luwu Timur.

Diketahui, KPPG adalah salah satu organisasi sayap pendiri dan didirikan Partai Golkar. Bukan hanya itu, ternyata di waktu bersamaan Ketua AMPG yang selama ini diketuai oleh Muhammad Chaedir, diganti oleh Taqwa Muller sebagai Plt Ketua AMPG. Diketahui, ada dua kandidat calon ketua DPD II Golkar Luwu Timur yang telah mengembalikan formulir pendaftaran.

Keduanya adalah Mahading dan Aripin. Namun keduanya membutuhkan surat diskresi dari DPP untuk dapat maju sebagai calon ketua.

Sebab keduanya tidak memenuhi syarat pencalonan. Sesuai dengan peraturan organisasi (PO) partai Golkar tentang masa aktif kepengurusan minimal 5 tahun bagi calon ketua. (abdul karim)