Lagi-lagi, Bentrok Dua Kubu Warga di Mancani Palopo Pecah, Tiga Motor dan Puluhan Busur Diamankan Polisi

1809
Terlihat puluhan emak- emak menutup jalan dan menahan kendaraan yang melintas. --riawan junaid--

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Kurang lebih sebulan lamanya pasca kericuhan 17 Agustus lalu, warga di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, merasakan ketenangan. Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya, Kamis (16/09/2021) malam sekitar pukul 19:00 Wita, dua kubu warga di kelurahan tersebut, kembali pecah hingga berdampak pada macetnya arus lalulintas.

Dari pantauan di lokasi kejadian, sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat dari arah Selatan hendak menuju arah Utara, terpaksa menghentikan kendaraannya begitupun sebaliknya.

Beruntung kemacetan saat itu tidak berlangsung lama karena aparat kepolisian dari jajaran Polres Palopo dan Polsek jajaran segera memecah dua kubu yang saling serang mengunakan senjata tajam mulai dari parang, busur panah (peluncur), senjata api rakitan (jenis Papporo), hingga baru dan kayu.

Saat bentrok berlangsung, terdengar beberapa kali letusan yang diduga bersumber dari senjata rakitan jenis Papporo.

Pasca bentrok, Polisi yang dibagi dalam dua kelompok kemudian melakukan penyisiran di tiap lorong dan rumah- rumah warga sekitar pukul 21:00 Wita untuk mencari barang bukti atau para pelaku yang terlibat bentrok.

Alhasil, pihak kepolisian, berhasil mengumpulkan puluhan anak busur panah di lokasi sekitaran kantor Lurah Mancani yang dijadikan titik atau benteng kedua belah pihak saat saling serang.

Tidak hanya puluhan anak busur panah saja yang ditemukan dan diamankan, tiga unit sepeda motor yang diduga milik pelaku bentrok pun ikut diamankan jajaran kepolisian saat melakukan penyisiran dan saat ini telah diamankan di Mako Polres Palopo.

Saat tiga unit sepeda motor tersebut diangkut menggunakan sebuah mobil dinas polisi ke Polres Palopo, sempat terjadi sitegang antara polisi dan emak- emak. Puluhan emak- emak mencoba merebut kembali tiga unit kendaraan yang hendak diangkut itu.

Protes emak- emak yang berlangsung di badan jalan trans Sulawesi itu, kembali memicu kemacetan sekitar 20 menit lamanya.

Selain mendapat protes dari emak- emak karena mengamankan sepeda motor, aparat kepolisian juga mendapat lemparan batu dari warga, sehingga untuk membubarkan aksi itu, pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara.

Sementara itu, Kapolsek Telluwanua Iptu Idris yang juga berada dilokasi pada saat itu, menyebutkan tiga unit sepeda motor tersebut diamankan karena tidak ada warga yang mengakuinya saat personil melakukan penyisiran.

“Kita amankan karena tidak ada yang mengakui kendaraan tersebut. Kalau memang ada yang merasa kendaraan tersebut miliknya, silahkan ke Polres dan bawa surat- suratnya,” kata Idris di lokasi saat itu.(Riawan)