Jelang Musda Golkar Lutim, Taufan Pawe Urus Langsung Diskresi Calon

45
Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe

PALOPOPOS.CO.ID, MAKASSAR– Musda DPD II Golkar Luwu Timur segera terlaksana. Berdasarkan jadwal yang telah disetujui, Selasa, 21 September, di Hotel Sikumbang Tomoni, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur.

Plt Golkar Lutim, Marzuki Wadeng mengatakan, dari dari lima bakal calon yang mendaftar hanya dua figur yang mengembalikan formulir. Kedua bakal calon itu adalah Mahading dan Aripin.

“Keduanya butuh diskresi. Karena status kepengurusan Mahading dan Aripin belum sampai lima tahun,” katanya.

Sekretaris Golkar Sulsel ini menjelaskan, sesuai dengan peraturan organisasi (PO) partai Golkar tentang masa aktif kepengurusan minimal 5 tahun bagi calon ketua. Soal diskresi, dirinya menyebutkan telah diurus oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe.

“Pak ketua (Taufan Pawe) kemarin ke Jakarta untuk urus diskresinya,” ungkapnya.

“Setelah sempat tertunda, akhirnya Musda Golkar disepakati dilaksanakan, Selasa, 21 September 2021 di Hotel Sikumbang Tomoni,” ungkap Koordinator Steering Comitee (SC) Musda Golkar Luwu Timur, tambah Najamuddin, Jumat 17 September 2021.

Anggota DPRD Luwu Timur ini menjelaskan, Musda nanti akan dihadiri Ketua DPD I Golkar Provinsi Sulsel, Sesepuh Partai Golkar, Seluruh Pimpinan Golkar Tingkat Kecamatan, Organisasi Sayap Golkar, dan mengundang seluruh pimpinan Partai Politik di Lutim.

“Pak Bupati juga kami undang untuk memberikan sambutan selaku Pembina Politik di Luwu Timur,” kata Najamuddin.

Ia melanjutkan, dalam Musda Partai Golkar ini, agenda utamanya adalah memilih Ketua DPD II Golkar Luwu Timur. Namun, sejak dibukanya pendaftaran, hanya ada dua orang kandidat saja yang mengembalikan berkas pencalonannya yaitu Mahading dan Arifin yang keduanya adalah anggota DPRD Luwu Timur.

”Hanya dua kandidat saja yang mengembalikan berkas, Mahading dan Arifin. Jadi dua itu saja yang siap dipilih menjadi ketua Golkar Lutim,” beber Najamuddin.

Untuk diketahui, Dalam Musda ini para bakal calon harus mengumpulkan 30 persen dukungan atau rekomendasi dari jumlah suara yang diperebutkan. Adapun total suara yang diperebutkan sebanyak 17, yang masing-masing dari dewan pimpinan kecamatan (DPK), organisasi sayap, dewan penasihat, pengurus DPD I dan DPD II, organisasi yang didirikan dan organisasi yang mendirikan.

“Untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum DPD II maka para balon harus didukung minimal 30 persen pemilik suara atau setara dengan 6 dukungan,” jelas Najamuddin.

Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, maka ditegaskan jumlah yang hadir dalam Musda dibatasi. Dan setiap yang hadir wajib mematuhi protokol kesehatan, harus menggunakan masker, tambah Najamuddin.

ENREKANG MUSDA 20 SEPTEMBER
Sementara Plt Golkar Enrekang Asmara Cawidu mengatakan, ada empat kandidat yang akan bersaing untuk memperebutkan kursi 01 Golkar Enrekang.

Keempat kandidat tersebut diantaranya petahana H Muslimin Bando, mantan Ketua DPRD Enrekang Fraksi Golkar Andi Nasir, mantan Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar Andi Tenri Sose dan Pengusaha Irian Jaya Irfan.

“Keempat calon ini semuanya berpeluang untuk membesarkan partai Golkar di Enrekang. Namun ada yang butuh diskresi seperti pak bupati (Muslimin Bando),” bebernya.

Dirinya menjelaskan, bupati dua periode itu masih terkendala aturan main Musda Golkar. Dimana salah satu poinnya calon ketua tidak memiliki kerabat dekat sebagai anggota DPR sekaligus pengurus partai lain.

Muslimin Bando memiliki putra yang saat ini sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Mitra Fachruddin MB. Sehingga Muslimin Bando harus mendapatkan diskresi dari ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.
“Untuk diskresinya diusung langsung pak ketua (Taufan Pawe). Nanti pada saat musda diserahkan,” pungkasnya.(rls-akmal/pp)