Ambil Paksa Jenazah Covid, Enam Warga Lutim Ditahan

65

MALILI — Enam warga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengambilan paksa jenazah covid19 di Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur.
Itu dikatakan Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Mangombo Marusaha Simamora dalam jumpa pers, Jumat siang, 17 September tadi.
Jumpa pers tersebut juga dihadiri tim Satgas Covid19 Kabupaten Luwu Timur dan Direktur RSUD I Lagaligo.
AKBP Silvester menceritakan insiden pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19 ini terjadi pada Senin, 13 September 2021, lalu.
Massa nekat mengambil paksa jenazah saat mobil yang membawa jenazah tiba di rumah duka.
Jenazah berinisial SU (31) ini merupakan seorang bidan puskesmas yang sedang hamil 6 bulan. Dia sebelumnya dirawat di RSUD I Lagaligo, Wotu dan dinyatakan meninggal akibat COVID.
Video insiden pengambilan paksa jenazah ini beredar luas di media sosial (medsos). Ratusan warga merangsek mengambil paksa jenazah dan membawanya ke dalam rumah. Aparat yang berupaya menghalau di lokasi tidak dihiraukan oleh massa.
Polres Luwu Timur juga mengamankan 1 unit mobil jenazah yang dirusak oleh pelaku.
“Foto foto pelaku saat ambil jenazah, pakaian pelaku dan tutup peti jenazah sebagai barang bukti, sementara peti jenazah sudah hanyut disungai setelah dibuang para pelaku,” kata Kapolres Lutim yang baru menjabat beberapa pekan ini.
Keenam tersangka adalah YD (22), ZR (20), SN (31), AN (27), MC (21), dan AA (23), keenam tersangka merupakan
warga Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur.
Sebelumnya lima orang diamankan oleh Polres Luwu Timur, satu orang lainnya menyerahkan diri ke Polres LuwuTimur.(idr)