Bupati Torut Minta Bank Punya Gedung Sendiri, Disampaikan Saat Resmikan BPR Pindansangulele

404
Bupati Torut Yohanis Bassan didampingi Ketua BPS Gereja Toraja Pdt. Musa Salusu  saat membuka BPR Pindansangulele, Rabu, 15 September 2021. --albert tinus--

PALOPOPOS.CO.ID, RANTEPAO– Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang meresmikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) PindanSangullele, Rabu,15 September 2021.

Peresmian tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja.

Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara mengungkapkan kehadiran BPR Pindansangullele sangat membantu pemerintah daerah. Makanya, Pemda mendukung kehadiran BPR Pindansangulele. Karena, dasarnya adalah kehadiran BPR Pindansangullele mampu membantu Pemda di bidang lembaga keuangan yang nantinya diharapkan mensejahterakan masyarakat.

“Melalui kesempatan ini, saya titipkan agar merekrut karyawan dari masyarakat asli Toraja Utara, dengan begitu membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan pekerjaan, jumlah pengangguran berkurang,” ungkap Ombas sapaan akrabnya.

Bupati juga mengingatkan kembali agar seluruh bank yang ada di Toraja Utara agar memiliki bangunan sendiri.

“Kita berharap BPR Pindansangullele memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga dapat memanjakan nasabah. Janganlah mempersulit masyarakat kita. Melalui kesempatan kali ini, saya ingatkan kembali, agar setiap bank yang ada di Toraja Utara memiliki gedung bangunan sendiri, bukan berstatus sewa,” tegas Yohanis Bassang.

Sementara itu, Ketua BPS Gereja Toraja ,Pdt. Musa Salusu, saat usai membukaan BPR Pindansangulele kepada awak media katakan Puji syukur kepada Tuhan karena atas perkenannyalah sehinggah Bank Perkreditan Rakyat Pindansangulele bisa dibuka secara resmi hari ini Rabu,15 September 2021 .

BPR Pindansabgulele ini lahir dalam sidang sinode am Gereja Toraja tahun 2016 diputuskan untuk mendirikan sebuah lembaga keuangan Gereja Toraja, keputusan itu lalu dieksekusi oleh Badan Pekerja Sinode (BPS ) dan puji Tuhan melalui perjalanan panjang akhirnya pihak OJK memberikan izin operasional terhadap BPR .

“BPR ini tujuannya yaitu bergandengan tangan dengan semua pihak dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan , ekonomi warga gereja dan ekonomi masyarakat sehinggah mau tidak mau BPR ini juga harus bekerjasama dengan bank pemerintah seperti Bank BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Karena, tidak mungkin BPR ini berjalan sendiri tanpa sinergi dengan Bank -bank lain. Kita harus memperoleh dana-dana dari Bank Pemerintah kemudian kita salurakan ke warga gereja,” beber Pdt.Musa Salusu .

Lebih lanjut Ketua BPS Gereja Toraja menjelakanjelaskan, salah satu kendala yang terjadi selama ini, banyak pendeta, banyak pengerja gereja yang sulit mendapatkan pinjaman dari Bank-bank pemerintah atau Bank umum karena persyaratan kadang-kadang tidak bisa dipenuhi. Walaupun sebenarnya Gereja bertanggung jawab.

”Kalau pendeta kita yang memberi gaji kepada mereka, kalau dosen UKI Toraja Yayasan yang membayar gaji, Guru-guru melalui YPKT melalui sekolah-sekolah yang membayar gaji, pihak rumah sakit kita pegang gaji mereka, artinya pihak Yayasan Kesehatan sehingga kalau mereka meminjam uang maka atas persetujuan mereka. Gaji mereka dipotong untuk membayar cicilan pinjamannya sangat memudahkan .

“Semua aturan kita akan patuhi dan tidak menyimpang dari aturan OJK. Sebab, penyimpangan juga akan menimbulkan konsekuensi yang besar kalau kita menyimpang di satu pihak BPR. Ini adalah milik Gereja Toraja. Di lain pihak, BPR ini tunduk kepada Undang-undang perbankan dan peraturan OJK. Jadi, kita tidak bisa menyimpang di sana,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa BPR ini adalah milik Gereja Toraja. Tetapi, bermanfaat tidak hanya warga gereja Toraja tapi juga masyarakat pengusaha kecil dan menengah.

”Kita bergerak kesana, bagi jemaat yang ingin membangun pastori -pastori tetapi tidak ada dana kes, harus membayar cicilan. Itu kita bisa bantu mereka. Banyak hal yang bisa kita lakukan jika Bank ini tumbuh dengan sehat,” pungkas Komisaris Utama BPR Pindansangulele.

Ditambahkan, Dirut BPR Pindansangulele Katarina Tombi mengatakan, dalam struktur BPR Pindansangulele Ketua Umum BPS Gereja Toraja sebagai Komisaris Utama jadi beliau adalah atasan langsung direktur utama .

Tekat dan komitmen kami untuk melaksanakan perintah dari sidang sinode am dimana diperintahkan seluruh pengurus BPS Gereja Toraja untuk mendirikan lembaga keuangan dalam bentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

“kami berharap kehadiran kami di Toraja Utara ini bisa memberikan sumbangsih yang positif kepada masyarakat ,dimana kami akan bergandengan tangan dengan pemerintah ,dengan kehadiran kami agar dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di Toraja Utara bahkan di Tana Toraja dan mungkin juga du luar Toraja nantinya.

Dirut BPR Pindansangulele ini juga berpesan kepada masyarakat Toraja, supaya memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengelolah dana masyarakat. ”Silakan, jangan sungkan datang menabung. Kalau ada masalah pendanaan, boleh juga datang kemari lalu kami analisa sesuai dengan aturan yang berlaku di perbankan,” kunci Katarina Tombi. (albert tinus)