Bupati Torut Tegaskan Jangan Persulit Perizinan

72

Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu, Mulyati Tikupadang ,saat sosialisasi OSS RBA dan Bimtek LKPM, Selasa ,14 September 2021. –albert tinus–

*Disampaikan Saat Buka Sosialisasi OSS RBA dan Bimtek LKPM

PALOPOPOS.CO.ID,RANTEPAO- Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (PMTSP) melaksanakan Sosialisasi Penyelenggaraan Perizinan Berusaha berbasis Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) atau OSS berbasis Risiko yang dirangkaikan Bimbingan Teknis Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)  yang berlangsung di Hotel Misilana, Selasa, 14 September 2021.

Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang.

Dalam sambutannya Bupati berharap dengan adanya pertemuan dan bimtek ini, terciptanya kesepahaman dan sinergitas antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah.

“Kita patut bersyukur, karena pada hari ini kita dipertemukan. Di tengah pandemi ini, kita dituntut untuk menumbuhkan kembali perekonomian yang terpuruk akibat pandemi covid-19, dengan adanya sosialisasi dan bimtek ini dapat menciptakan kesepahaman dan sinergitas antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. Dengan adanya kerjasama yang baik,  kita mampu bersama-sama untuk meningkatkan kembali perekonomian di daerah kita,” ungkap Yohanis Bassang.

Bupati Toraja Utara juga menuturkan, seluruh pelaku usaha mampu memujudkan budaya malu.

Untuk merubah mindset atau pola pikir memang susah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ingat,  tidak ada sesuatu pun yang berhasil jika tidak menerapkan kedisiplinan.

“Melalui kesempatan ini, saya harapkan kepada seluruh pelaku usaha agar menerapkan budaya Malu, dimana Malu parkir sembarangan, Malu buang sampah sembarangan, malu tidak taat membayar pajak. Mari kita bersama saling menghargai,” tegas Bupati Toraja Utara.

Yohanis Bassang juga menegaskan jika ada oknum yang mempersulit perizinan, silahkan melaporkan langsung kepada dirinya.

“Jika ada pelaku usaha yang dipersulit dalam mengurus perizinan dan lainnya, silakan adukan langsung kepada saya. Bisa melalui telepon atau datang langsung di kediaman saya. Ke depannya saya akan membuat peraturan tentang pelaku usaha khususnya untuk para kontraktor, bahwa pelaku usaha kontraktor harus mempunyai perusahaan sendiri, tidak lagi pinjam meminjam CV atau PT orang lain,” tutup Yohanis Bassang.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu, Mulyati Tikupadang menuturkan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan dengan jumlah peserta dibagi menjadi 7 angkatan.

Kegiatan bimtek ini kita bagi menjadi 7 kelompok, sehingga waktu pelaksanaannya menjadi tujuh hari, tetapi tidak berurutan.

“Dengan pembagian kelompok ini, penerapan protokol kesehatan dapat diterapkan sehingga tidak menimbulkan cluster covid-19. Bimtek ini bertujuan agar seluruh pelaku usaha mendapatkan pemahaman dan pengetahuan, sehingga didalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan agar lebih mudah di lakukan dalam perizinan usaha berbasis online. Untuk perizinan semuanya gratis, kecuali retribusi yang telah diatur didalam Perda,” ungkap Kadis PMTSP, Mulyati S. Tikupadang.(albert)