18 Adegan Diperagakan Hasbullah, Adegan 15 Tikam Daeng Losi Hingga Tewas

79

Hasbulah pada adegan ke-16 memegang badiknya saat hendak kabur dari rumah korban. –riawan junaid–

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Unit Reskrim Polres Palopo pagi tadi sekitar pukul 09:00 Wita, menggelar rekonstruksi pembunuhan Daeng Losi, Senin, 13 September 2021.

Sebanyak 18 adegan diperagakan tersangka, Hasbullah dalam adegan tersebut.

Adegan pertama, Hasbullah datang ke rumah korban mengendarai sepeda motor matic dan diparkir di depan rumah korban. Namun setelah melihat kondisi rumah yang sepi, Hasbullah kemudian kembali mengambil sepeda motor yang dikendarai dan membawanya ke jalan sebelah timur rumah korban (jalan tembus ke RM Padil) dan diparkir di sana.

Adegan demi adegan, diperankan oleh tersangka. Hingga pada adegan ke-14 dan 15, Hasbullah dan korban kontak fisik hingga korban dipukul menggunakan batu ulekan dan kemudian ditikam menggunakan badik yang dibawa oleh tersangka.

Setelah korban tergeletak tak berdaya, di adegan 16 dan 17 tersangka berencana kabur melalui pintu utama. Namun, saat melihat tetangga korban ada di depan rumahnya, dia (Hasbullah) kembali ke dalam rumah dan menutup pintu.

Pada adegan itu juga, tersangka kabur melalui pintu belakang menuju sepeda motor yang diparkirnya di sebelah timur rumah korban.

Saat kabur melalu pintu belakang, tersangka membawa badik yang digunakannya menikam korban serta menggunakan jaket warna hitam.

Adegan terakhir yakni ke-18, tersangka menaruh badiknya yang berlumuran darah korban di kantong motornya.

Rentetan adegan rekonstruksi yang diperankan oleh tersangka itu, disaksikan oleh dua orang saksi yakni Tasbih (52) selaku RT setempat dan Fauziah (47) tetangga depan rumah korban yang sempat melihat tangan tersangka menutup pintu dan mendengar teriakan korban.

Turut hadir dalam gelar rekonstruksi pembunuhan sadis itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Palopo St.Rosdina S.H, Kasi Barang Bukti St. Nurdaliah, S.H dan Jaksa Fungsional Erlisa, S.H didampingi KBO Reskrim Iptu Langkaryanto serta Kanit 1 Sat Reskrim IPDA Majid,S.H dan serta penyidik pembantu.

Adegan demi adegan yang diperankan oleh tersangka, oleh Kanit Pidana Umum (PIDUM) Ipda Majid Maulana, SH disebutkan tidak terdapat unsur perencanaan pembunuhan terhadap korban.

“Tidak ada unsur perencanaan,” kata Majid.

Seusai memerankan adegan hingga akhir sekitar pukul 10:00 Wita, Hasbullah yang diberi waktu untuk beristirahat sejenak di lokasi rekonstruksi (Lapangan Apel Polres Palopo) ia kembali menyesali perbuatannya itu.

“Saya menyesal dan sangat menyesal. Daeng Losi ini sudah saya anggap mamak (ibu angkat) sendiri,” kata Hasbullah.

Meski telah berulang kali menyebutkan rasa penyesalannya, Hasbullah yang memiliki dua orang anak belia ini harus harus siap dengan ancaman hukuman 22 tahun penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pasal berlapis yakni yang dihadapkan Hasbullah ialah pasal 338 Yo pasal 351 (3). Pasal 338 karena merampas nyawa orang lain, penjara paling lama lima belas tahun. Untuk pasal 351 ayat (3) penganiayan yang mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.(riawan junaid)