MENEROPONG SEJARAH SINGKAT PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

151

Agustan, S.Pd, M.Pd

Dosen IAIN Palopo

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri 17504 pulau dan
memiliki keragaman suku bangsa sekitar 1.128. Letak geografis Indonesia berada di antara 2 benua yaitu Asia dan Australia dan terletak diantara 2 samudra yaitu Hindia dan Pasifik yang menjadikan Indonesia sebagai tempat persimpangan lalu lintas dan perdagangan dunia.

Negara Indonesia memiliki Jumlah penduduk sekitar 270,20 Juta jiwa berdasarkan data BPS Tahun 2020.
Kemerdekaan Indonesia yang sudah mencapai usia ke 76 Tahun merupakan usia yang
sudah tua dalam perspektif usia manusia. Perjuangan dalam mencapai kemerdekaan yang di raih para pendahulu dan pejuang bangsa kita, bukan hal yang muda di dapatkan seperti membalikan kedua telapak tangan akan tetapi memiliki sejarah panjang dengan berbagai tantangan dan pengorbanan baik dalam bentuk fisik maupun non fisik.
Semangat dalam mencapai kemerdekaan tidak terlepas dari adanya kejayaan masa lalu
bangsa Indonesia tentang kerajaan-kerajaan besar seperti majapahit dan sriwijaya yang daerah kekuasaannya di masa itu selain di seluruh wilayah Negara Indonesia sekarang ini akan tetapi sampai di negara brunei dan singapura, Selain itu Adanya persamaan nasib dan sepenanggungan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme barat memunculkan keinginan untuk bersatu menyatukan pandangan, berkumpul dalam melawan segala bentuk penjajahan sehingga bisa memproklamasikan kemerdekaan republik Indonesia sebagaimana yang di cita-citakan.
Pada tanggal 20 Mei 1908 merupakan titik awal di mulainya pergerakan nasional menuju
Indonesia merdeka dengan hadirnya organisasi bernama Budi utomo , pada tanggal 25 Oktober 1908 berdiri Perhimpunan Indonesia (PI) merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang menggunakan istilah “Indonesia”. Bahkan Perhimpunan Indonesia menjadi pelopor kemerdekaan bangsa Indonesia di kancah internasional. Pada tanggal 30 April 1926 di Jakarta diselenggarakan “Kerapatan Besar Pemuda”, yang kemudian terkenal dengan nama “Kongres Pemuda I”. Kongres Pemuda I ini dihadiri oleh wakil organisasi pemuda Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, kemudian Jong Bataks Bond dan Pemuda Kaum Theosofi juga ikut dalam kerapatan besar. Pada 27-28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Kedua dilaksanakan. dan puncaknya pada tanggal 17 agustus 1945. Selain itu terdapat berbagai organisasi yang ikut berpartisipasi dalam upaya mencapai kemerdekaan seperti Sarekat Islam, SDI, Indisce Parti, Muhammadiyah, NU,PNI dan lain-lain.
Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI diawali dengan Jepang menyerah kepada Tentara
Sekutu, Setelah daerah Nagasaki dan hirosima di bom atom oleh sekutu. Pada tanggal 15
Agustus 1945 pagi hari, Bung Karno, Bung Hatta, dan Mr. Soebardjo menemui Laksamana
Muda Maeda di kantornya untuk menanyakan tentang berita menyerahnya Jepang. Maeda
membenarkan bahwa Sekutu menyiarkan tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu, namun Maeda sendiri belum mendapat pemberitahuan resmi dari Tokyo. Pada puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 Teks Proklamasi dibacakan di muka rakyat di Jl. Pegangsaan Timur 56. Sang Saka Merah Putih dikibarkan, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan sebagai pertanda Indonesia telah menjadi negara merdeka dan berdaulat.
Peristiwa ini telah memberikan pelajaran dan pengalaman yang cukup berharga oleh segenap warga Negara dalam membangun kembali komitmen dan kebersamaan untuk memaknai falsafah dan dasar Negara kita sebagaimana harapan para founding father terdahulu agar senantiasa selalu setia dalam mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI khususnya dalam upaya mencapai tujuan Negara sebagaimana yang tertuang dalam Konsensus bangsa Indonesia yaitu pancasila,UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Di akhir tulisan ini pada tanggal 1 Juni Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa Apakah kita
hendak mendirikan Indonesia merdeka untuk sesuatu orang, untuk suatu golongan? Mendirikan Negara Indonesia merdeka yang namanya saja Indonesia merdeka, tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang, untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan yang kaya, untuk memberi golongan bangsawan? Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik saudara-saudara yang bernama kaum bangsawan yang di sini, maupun saudara-saudara yang di namakan kaum islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan Negara demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan Negara “semua untuk semua”…karena itu, jikalau tuan-tuan terima baik, marilah kita mengambil sebagai dasar Negara yang pertama: Kebangsaan Indonesia.
Kebangsaan Indonesia yang bulat!Bukan kebangsaan jawa, bukan kebangsaan sumatera, bukan kebangsaan borneo, Sulawesi, Bali, atau lain-lain tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
KE 76 TAHUN
INDONESIA TANGGUH INDONESIA TUMBUH