BLENDED LEARNING SOLUSI PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL

51

Muh. Yamin

Dosen IAIN Palopo

Sudah hampir dua tahun pandemi Covid-19 mewabah, munculnya beberapa varian baru hasil dari mutasi virus covid-19 membuat penyebaran virus yang asal Wuhan ini masih sulit dikontrol. Keadaan seperti ini membuat dunia pendidikan harus beradaptasi sehingga proses pembelajaran tetap terlaksana dengan baik. Pembelajaran konvensional yang mengandalkan tatap muka antara pendidik dan peserta didik harus dibatasi sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Maka dari itu dibutuhkan transformasi model pembelajaran agar proses belajar mengajar tetap relevan dalam menjawab kebutuhan peserta didik. Model pembelajaran blended learning  dianggap efektif untuk diterapkan khususnya di masa new normal dimana tatap muka sudah dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebenarnya model pembelajaran yang memadukan antaran daring dan luring sejak tahun 2000 an sudah diterapkan di Negara Amerika Utara, Inggris, dan Australia.

Model Pembelajaran Blended Learning

Model pembelajran blended learning adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan antara kekuatan pembelajaran tatap muka dengan fleksibiliats pemebelajran jarak jauh atau e-learning. Pembelajaran yang dilaksanakan secara tatap muka akan memungkinkan interaksi langsung sehinggah pendidik dapat lebih mudah menilai dan menggali pemahaman para peserta didiknya sedangkan pembelajaran online dengan memanfaatkan platform digital akan membuat peserta  didik belajar mandiri dari berbagai sumber dengan memiliki kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan belajar dan kecepatan belajar.

Pembelajaran berbasis Blended Learning bertujuan untuk memfasilitasi terjadinya belajar dengan menyediakan berbagai sumber belajar dengan memperhatikan karakteristik pembelajar dalam belajar ( Wasis, 2011 ). Karena itu dalam sistem pembelajaran blended learning pendidik seharusnya memposisikan diri sebagai fasilitator dimana perserta didik diposisikan sebagai subyek dan bukan obyek.

Penerapan Model Blended Learning

Pelakasanaan pembelajaran blended learning tidak hanya terpaku pada pertemuan dalam ruang kelas saja namun proses pembejaran yang terus berkelanjutan tanpa adanya tatap muka secara langsung, maka dari itu perlu adanya komitmen bersama antara pendidik dan peserta didik, selain itu baik pendidik dan peserta didik harus memiliki kemauan untuk mempelajari berbagai platform e-learning yang digunakan sebagai media dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dimana hal tersebut juga akan menimbulkan kreativitas, efektivitas dan inovasi dalam pembelajaran.

Desain Pembelajaran menggunakan model blended learning harus dirancang secara matang oleh tenaga pendidik agar dalam penerapannya peserta didik tidak merasa kesulitan secara teknis. Ada beberapa poin yang harus diperhatikan sebelum model pembelajaran blended learning ini diimplementasikan diantaranya pendidik menyusun dan mempersiapkan materi-materi yang ingin disampaikan serta menentukan platform apa yang akan digunakan saat pembelajaran jarak jauh (daring) dilaksanakan. Tak jarang, pendidik juga perlu membuat tutorial cara menggunakan  platform e-learning yang digunakan karena tidak semua peserta didik memiliki kemampuan dan literiasi digital yang sama.(*)