Tujuh Terduga Pelaku Penebas Pemuda Asal Maros di Bua Luwu Ditangkap

2376
KORBAN PEMARANGAN. LS, warga Maros yang ngekos di Desa Karang-karangan dirawat di RS setelah dibacok dan menderita 14 luka-luka. Nampak Kasat Reskrim Luwu AKP Jon Paerunan turun langsung menjenguk. --ist--

PALOPOPOS.CO.ID, BUA — Peristiwa pengeroyokan terhadap seorang pemuda terjadi di Dusun Lataggiling, Desa Karang-karangan, Kec. Bua, Rabu 28 Juli 2021, lalu, sekira pukul 14.50 Wita.

Pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam dan tangan kosong ini menimpa seorang pemuda asal Kec. Bantimurung, Kab. Maros di dalam kamar indekos-nya.

Adapun kronologi kejadiannya, bahwa awalnya pada hari Rabu tanggal 28 Juli 2021 sekitar Pukul 14.50 Wita, saat itu korban LS (28) ber-KTP Maros, berada di dalam kamar indekos-nya dan sementara beristirahat. Tiba-tiba, kemudian para pelaku yang berjumlah 9 orang, masuk ke dalam dengan cara paksa.

Dua pelaku di antaranya, yakni F (22) dan DR (21) masing-masing membawa parang dan langsung melakukan pemarangan terhadap korban yang sedang tertidur.

Akibatnya, korban LS mengalami luka bacok pada bagian lengan, pinggang, rusuk, dada serta bagian belakang.

Tak puas memarangi, tiga pelaku lainnya yakni, MR (18), I (25), dan A menganiaya korban dengan pukulan (tinju), sedangkan empat pelaku lainnya S, I, G, dan A yang bertugas menjaga di depan pintu kamar korban sampai pelaku selesai melakukan penganiayaan terhadap LS.

Kasat Reksrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan, Kamis 29 Juli 2021, menuturkan, setelah memarangi dan menganiaya korban, sembilan pelaku lalu meninggalkan TKP dengan menggunakan sepeda motor.

“Akibat kejadian itu korban LS menderita 14 luka tebasan parang di seluruh tubuh,” kata perwira polisi tiga balok ini.

Polisi setelah mendapat laporan atas kejadian itu, lalu bergerak mencari sembilan pelaku yang diketahui ada yang berdomisili di Desa Puty, Desa Tiromanda, dan Desa Karang-karangan, Kec. Bua, Kab. Luwu.

Para pelaku diamankan dari dua lokasi berbeda, yakni di Dusun Labokke, Desa Puty, dan Dusun Kombong, Desa Tiromanda. Hingga akhirnya tim berhasil mengamankan 7 orang pelaku dan barang bukti bilah parang. Sementara 2 orang pelaku lainnya, yakni I dan A tidak berada di tempat. Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap ke-7 orang pelaku.

Dari hasil interogasi 24 jam, kata Kasat Reskrim, bahwa para pelaku mengakui kalau mereka yang telah melakukan penganiayaan LS. Dimana perbuatan tersebut di awali dari pelaku R yang mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Adapun motif dari pelaku R mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban, karena R mengira kalau korban lah yang menjalin hubungan asmara dengan adik pelaku R. Namun ternyata para pelaku salah sasaran. Dimana ternyata lelaki yang menjalin hubungan dengan adiknya bukanlah korban, melainkan orang lain,” urai Kasat Reskrim Polres Luwu ini.

Selanjutnya, kata Kasat Reskrim, tim kemudian mengamankan dan membawa pelaku beserta barang bukti ke Polsek Bua guna proses penyidikan lebih lanjut. Bersama barang bukti sebilah parang dengan panjang 30cm dan satu unit motor Jupiter Z1 warna merah putih.

Selain itu, juga dilakukan penyelidikan lanjutkan terhadap keberadaan 2 orang pelaku I dan A yang masih dalam pencarian. Adapun ancaman hukumannya 5 sampai 7 tahun pidana. (idris prasetiawan)