Sayap dan Badan Saksi Golkar Lutim Minta Ketua DPRD dari Kader

223

MALILI — Belum adanya kejelasan terkait siapa terpilih menjabat Ketua DPRD Luwu Timur hingga saat ini. Sejumlah sayap Partai Golkar Luwu Timur angkat bicara. Pasalnya, rekomendasi yang dikeluarkan DPD I Partai Golkar Sulsel untuk calon ketua DPRD Lutim dianggap cacat aturan Partai Golkar itu sendiri, dan terkesan memaksakan kehendak.

“Seharusnya nama yang diusulkan betul betul kader murni Partai Golkar dan namanya masuk dalam struktur kepengurusan Partai Golkar Lutim seperti, Heriyanti Harun, Najamuddin, Mahading, Badawi Alwi, dan Wahidin Wahid. Sehingga bisa mengangkat harkat Partai Golkar Lutim,” ujar Dandi, Sekretaris Kosgoro Lutim.

Senada Sekretaris Badan Saksi Partai Golkar Lutim, Hamril, kalau yang pantas menjadi Ketua DPRD Lutim orang yang betul-betul sudah lama mengabdi di Partai Golkar Lutim, dan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Partai.

“Saya juga heran kalau ada nama yang diusulkan DPD I Golkar sulsel ke DPP Golkar sebagai calon ketua DPRD Lutim bukan kader partai, padahal ada beberapa orang dari Fraksi Golkar DPRD Lutim yang berasal dari kader murni Partai Golkar, harusnya di antara mereka yang diusulkan,” tandas Amril.

Sementara itu Ketua AMPG Lutim, Chaedir mengatakan, untuk memajukan Partai Golkar terkhusus di Luwu Timur tentunya membutuhkan juga Ketua DPRD yang memiliki marwah Partai Golkar, karena kepentingan politik di parlemen sangat dibutuhkan dalam setiap mengambil keputusan.

“Karena kalau ketua DPRD Lutim bukan dari kader partai bagaimana mungkin kebijakan kebijakan politik di parlemen dapat berjalan maksimal,pula bisa saja berimbas pada Partai Golkar Lutim kedepannya, terutama perolehan kursi di parlemen pada pileg mendatang tidak lagi sesuai dengan harapan,” pungkas Chaedir.

Koordinator desa (koordes) Tabaroge, Kecamatan Wotu Partai Golkar, Rasidi, mengungkapkan, sudah ada sekitar 37 Koordes Partai Golkar Lutim siap hengkang dari Partai Golkar apa bila DPD I Golkar sulsel tetap memaksakan yang bukan dari kader partai Golkar lutim untuk menjadi Ketua DPRD Lutim.

“Kalau tetap dipaksakan terpaksa kami dari koordes Partai Golkar Lutim akan ramai-ramai mundur dari Golkar,” tukasnya.(nastan)