SABAR! Pekerja di Luwu Raya dan Toraja tak Kebagian BSU

42
--ilustrasi--

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Harapan para pekerja di Sulsel termasuk di Luwu Raya dan Toraja untuk ikut menikmati Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dikubur.

Pasalnya, Kementerian Ketenagakerjaan tidak memasukkan Provinsi Sulsel ke dalam Peraturan Menteri (permen) Ketenagakerjaan tentang daerah kabupaten/kota yang menerima BSU. Padahal beberapa daerah di Sulsel masuk dalam PPKM Level 3 dan 4.

Dalam permen nomor 16/2021 itu, khusus di Pulau Sulawesi, ada dua provinsi yang tidak dimasukkan. Yakni, Provinsi Sulsel dan Provinsi Gorontalo, sedangkan Provinsi Sulut, Sultra, dan Sulteng masuk.

Dijelaskan dalam pasal 3 ayat 2 huruf b permen tersebut, bantuan BSU diberikan untuk pekerja yang bekerja di wilayah PPKM level 3 dan 4.

Bunyi lengkapnya “Bekerja di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 (tiga) dan level 4 (empat) yang ditetapkan oleh pemerintah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini,” demikian isi pasal permen nomor 16/2021, Jumat (30/7/2021).

Tapi perlu diingat bahwa tidak semua pekerja di kabupaten/kota tersebut otomatis mendapatkan subsidi gaji (BSU) Rp 1 juta. Sebab, bantuan itu hanya diberikan untuk pekerja bergaji maksimal Rp 3,5 juta ke bawah.

“Dalam hal Pekerja/Buruh bekerja di wilayah dengan upah minimum kabupaten/kota lebih besar dari Rp3.500.000, maka persyaratan Gaji/Upah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh,” demikian bunyi pasal 3A ayat 3.

Di Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan yang belum menyerahkan data rekening pekerja atau buruh yang memenuhi syarat menerima Bantuan Subsidi Gaji atau Upah (BSU), agar segera menyerahkan data kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Begitu pula kepada para pekerja atau buruh yang memenuhi syarat, tapi belum menyerahkan data nomor rekening banknya kepada perusahaan, kami mohon untuk segera menyerahkan ke perusahaan,” kata Menaker Ida dalam Konferensi Pers Bantuan Subsidi Gaji atau Upah (BSU), Jumat (30/7/2021).

Konferensi Pers BSU tersebut diadakan secara daring melalui konferensi video Zoom dan live steraming di kanal YouTube Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia (RI).

Dalam Konferensi Pers BSU, Menaker Ida menerima data satu juta calon penerima dari Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo. Hal ini menjadi tanda bahwa tahap awal penyerahan BSU telah dimulai.

Menaker Ida menyampaikan, hingga saat ini Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan mengestimasi terdapat total 8,7 juta orang pekerja atau buruh yang menjadi calon penerima BSU.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email “Tentu data ini sangat dinamis, menyesuaikan dengan ketentuan peraturan menteri ketenagakerjaan,” tuturnya.

Data calon penerima BSU yang telah diterima Kemenaker, selanjutnya akan dicek dan diskrining untuk memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data. “Variabel yang akan diperiksa adalah kelengkapan data, antara lain nomor rekeningnya, dilihat nomor induk kependudukan (NIK)-nya, kemudian sektornya, (lalu) yang kedua melakukan pemadanan dengan data penerima bantuan pemerintah lainnya,” ujar Menaker Ida.

Pekerja di Sulsel

Sebelumnya BSU juga pernah dikucurkan pemerintah tahun 2020, lalu. Untuk wilayah kerja BP Jamsostek Sulawesi dan Maluku tercatat rekening bank pekerja yang telah divalidasi yakni 579.658. Itu tersebar dari delapan provinsi.
Masing-masing Sulsel sebanyak 226.928 pekerja, Sultra 72.084, Sulbar 28.558, Sulteng 80.725, Gorontalo 19.610, Sulut 73.291, Maluku 29.503, dan Maluku Utara 20.665.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Toto Suharto waktu itu mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah rekening pekerja yang telah divalidasi dari total rekening sebanyak 579.658. Artinya, masih ada 28.322 pekerja yang belum dilaporkan atau belum lengkap.

“Data tersebut merupakan akumulasi data sari 46 kantor cabang BP Jamsostek Wilayah Sulawesi Maluku. Sesuai Permenaker 14/2020 memang ada kriteria yang diterapkan bagi penerima BSU ini,” jelas Toto pada acara penyerahan secara simbolis di Kantor BP Jamsostek Cabang Makassar, Kamis (27/8/2020), tahun lalu.

Hanya saja, harapan pekerja di Sulsel dan Gorontalo, pupus untuk ikut menikmati BSU gelombang kedua ini. Padahal pekerja di kedua provinsi ini terbilang cukup banyak yang terdampak pandemi Covid-19.(idris prasetiawan)

Daftar Wilayah Sasaran Penerima BSU Rp1 Juta

DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
D.I. Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Kepulauan Riau
Lampung
Kalimantan Barat
Kalimantan Timur
Nusa Tenggara Barat
Papua Barat
Aceh
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Nusa Tenggara Timur
Maluku
Papua
* Sumber: Lampiran Permen Ketenagakerjaan No. 16/2021

Syarat Pekerja yang Menerima BSU Rp1 juta

– Pekerja dengan upah Rp 3,5 juta ke bawah.
– Punya rekening atas nama sendiri di bank Himbara.
– Terdaftar sebagai peserta jamsostek yang masih aktif per Juli 2021.
– Berada di wilayah PPKM Level 3 dan 4.
– Target 8,7 juta pekerja dapat BSU.(*****)