Pra Porprov PSSI di Lutim Ditolak Aktifis

30
Abdul Rauf Dewang

*Lapangan Persesos Sorowako Bisa Jadi Biang Kerumunan

MALILI—- Salah satu aktivis dan juga kader Pemuda Pancasila Luwu Timur, Abdul Rauf Dewang, menolak atas rencana Asprov PSSI Sulawesi Selatan yang menunjuk Lapangan Persesos Sorowako, Kecamatan Nuha Luwu Timur menjadi venue, atau tempat penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Group 6 pada 8-11 Agustus 2021 mendatang.

Pasalnya, Pertandingan sepakbola di tempat terbuka seperti di Lapangan Persesos Sorowako sangat rentan dengan kerumunan massa, sehingga berpotensi melanggar upaya pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19.
“Jika hal ini benar terjadi maka tentu tidak bisa ditolerir, mengingat status Lutim bukan zona hijau.

Saat ini di Luwu Timur perkumpulan orang banyak sangat ketat ditiadakan, seperti pesta pernikahan, dan sejenisnya,” tutur Rauf, baru baru ini.

Ia melanjutkan, Jangan sampai kita lalai, dan akan memunculkan istilah Cluster Pra Porprov di daerah ini. Lapangan Persesos Sorowako itu terbuka dimana penonton susah dibendung untuk datang dan berkerumun, bedah dengan di stadion.
Karena distadion minimal ada penyaringan penonton saat mereka masuk ke dalam venue, jarak mereka bisa diatur di Tribun, tandas Rauf.

“Saya mempertanyakan kriteria pihak Asprov PSSI Sulsel sehingga penunjukan Kabupaten Luwu dan Lutim sebagai tuan rumah Pra Porprov sedangkan status kedua kabupaten itu juga bukan Zona Hijau dan tidak memiliki stadion, yang jelas saya menyayangkan sikap Asprov PSSI Sulsel yang menunjuk Luwu Timur sebagai tuan rumah Pra Porprov Group 6,” ungkapnya.

Lanjut, “Ini akan menjadi boomerang dan terkesan tidak konsisten dengan sikap Tim Gugus Covid-19 serta penerapan izin keramaian yang seolah tebang pilih,” kunci Abdul Rauf. (akm/ald)