Petugas Disiagakan di Dua Desa

413
BARANG BUKTI. Kapolres Luwu Utara, AKBP Irwan Sunuddin didampingi Wakapolres Kompol Amiruddin dan Kasat Reskrim AKP Amri saat menggelar press conference yang juga menghadirkan tersangka Ayyub atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Kamis 15 Juli 2021 di Mapolres Luwu Utara. JUNAID/PALOPO POS

* Antisipasi Aksi Balas Dendam, Pasca Penikaman Warga di Desa Tandung

MASAMBA, PALOPOPOS.CO.ID — Hari ketiga, pasca kejadian penikaman warga di Desa Tandung, Kec. Malangke, Kab. Luwu Utara, sejumlah petugas disiagakan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi balas dendam.

Selain itu, langkah yang dilakukan Polres Luwu Utara adalah mendatangi TKP dan tokoh masyarakat di Desa Tandung. Lalu, mendatangi rumah duka di Desa Giri Kusuma, menyampaikan kepada tokoh masyarakat di sana agar mengimbau warganya tidak terpancing terprovokasi, agar tetap tenang.
Selain itu juga polisi disiagakan di TKP dan di dua desa, yakni Desa Giri Kusuma dan Desa Baku dengan dibantu personel Brimob Baebunta serta mengaktifkan patroli.

Hal ini disampaikan Kapolres Luwu Utara, AKBP Irwan Sunuddin didampingi Wakapolres Kompol Amiruddin dan Kasat Reskrim AKP Amri saat menggelar press conference yang juga menghadirkan tersangka dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Kamis 15 Juli 2021 di Mapolres Luwu Utara.
Kesempatan itu, Kapolres Lutra juga menjelaskan motif pelaku menganiaya korban.

Dimulai di Dusun Urasu, Desa Tandung, tersangka Ayyub (35) sedang berdiri di pinggir jalan. Setelah itu, mampir korban Jumardin (47) dengan mengendarai motor trail KLX, dan menatap pelaku Ayyub. Lantaran tak terima diliat-liat, pelaku Ayyub merasa tersinggung oleh tatapan korban. Kemudian pelaku mengejar korban dengan menggunakan motor.

Pada saat pengejaran, korban melakukan penghadangan dan saat itu terjadi perkelahian. Selanjutnya, saat melakukan penghadangan, korban menggunakan parang dan tersangka Ayyub menggunakan badik dengan panjang sekira 20 cm. Saat perkelahian antara korban dengan pelaku, korban Jumardin sempat menghantam pelaku dengan parangnya dan mengenai tangan sebelah kiri tersangka Ayyub.

Setelah itu, tersangka lalu menusukkan badik yang ia bawa sebelumnya saat mengejar korban yang diselipkan lalu menikamkan di bagian kiri dada korban. Seketika, korban Jumardin langsung tersungkur bersimbah darah. Korban meninggal di tempat.
Kemudian tersangka Ayyub melarikan diri ke Desa Plandan di Kecamatan Baebunta.

“Di Desa Plandan, tim Resmob yang dipimpin Kasat Reskrim melakukan penangkapan tersangka Ayyub pukul 15.10 Wita,” kata Kapolres.
Lanjut Kapolres, jadi saat ini motif pembunuhan oleh tersangka, sementara karena tersinggungan pelaku terhadap korban. “Kalau berkaitan dengan pilkades ini masih didalami.

Karena di desa korban yaitu Desa Giri Kusuma juga sedang menggelar pilkades, juga di TKP di Desa Tandung sedang melaksanakan pilkades. Jadi hingga saat ini kita belum temukan keterkaitannya dengan pilkades. Namun kita terus akan dalami kasus ini,” sebutnya. Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 388 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Bukan Warga Satu Desa

Pasca kematian Jumardin (47) warga Desa Giri Kusuma, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, banyak yang menduga hal itu ada kaitannya dengan Pemilihan Kepala Desa yang digelar pada, Rabu (14/07/2021).

Jumardin terkena beberapa kali tusukan (Ditikam) pada bagian tubuhnya yang mengakibatkan pendarahan dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Akan tetapi, Plt Camat Malangke, Akram Risa menjelaskan jika pertikaian antara korban Jumardin dan pelaku Ayyub (35) tidak terkait langsung dengan pilkades di Desa Tandung.

Kata Akram sejak awal tahapan pemilihan kepala desa serentak di Kecamatan Malangke termasuk Desa Tandung berlangsung aman dan kondusif.
“Sejak awal tahapan, sampai rekapitulasi suara pemilihan kepala Desa Tandung tidak ada riak riak atau gesekan ditengah masyarakt, terutama di Desa Tandung,” jelas Akram.

Dia menambahkan, baik pelaku maupun korban keduanya bukan warga Desa Tandung. “Pelaku ini dari Desa Baku Baku dan korban ini warga Desa Giri Kusuma. Perkelahian di Desa Tandung yang kebetulan sedang menggelar pilkades. Jadi peristiwa ini tidak ada kaitan langsung dengan pilkades, justru warga Desa Tandung tidak ada riak,” ungkap Akram.

“Kita tunggu saja hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, terkait motif atau apa yang melatar belakangi pertikaian itu,” tutup Akram. Sebelumnya, telah diberitakan bahwa satu orang dikabarkan meninggal dunia usai Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Malangke, Luwu Utara, Rabu (14/07/2021) sekitar pukul 14.30 Wita.
Diketahui bahwa pelaku merupakan Ayyub, warga Desa Baku-baku, Kecamatan Malangke.(jun/idr)