Pengembangan Pesisir Masuk dalam RPJMD 2023

143
JALAN Lingkar Timur yang dibangun di sepanjang pesisir Kota Palopo. Akses ringroad ini sangat potensial dikelola pemkot untuk menopang perekonomian kota, utamanya sebagai sentra distribusi barang melalui Pelabuhan Tanjung Ringgit. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Mendukung Palopo jadi Sentra Distribusi Barang

PALOPO — Palopo dipersiapkan sebagai sentra distribusi barang oleh Pemerintah Provinsi Sulsel. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan ketika menghadiri HUT Kota Palopo ke-19 2 Juli 2021, lalu. Saat ini masih dalam proses kajian pusat mengenai akan dijadikannya sentra barang dan jasa agar peningkatan perekonomian lebih cepat.

Sejumlah pihak juga telah banyak bersuara mendukung arah kebijakan ini. Seperti yang disampaikan pengamat perkotaan Bangun Tangke Padang, menjelaskan untuk menjadikan Palopo sebagai sentra distribusi barang, perlu membangun ke bagian arah ke laut menjadi tertata dan berkembang dengan memberikan kesempatan kepada pengembang untuk melakukan reklamasi dengan menyiapkan jalan 6 jalur pada bagian pinggiran laut, yang kemudian diserahkan kepada pemerintah (ring road).

Lanjut Bangun, sementara pengembang akan mereklamasi bagian tertentu yang layak komersil untuk perumahan, juga untuk pertokoan, mall/ITC, hotel dan lainnya. Daratan baru hasil reklamasi ini yang akan memberikan penerimaan PBB maupun retribusi atau pajak daerah lainnya. Luasan daratan baru bisa mencapai ribuan hektare.

Dimana daratan baru ini akan menjadi kawasan komersial baru yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja dari berbagai jenis kegiatan. Antara lain bidang konstruksi, perdangan, jasa dan lainnya yang akan memberikan multiplier effect terhadap ekonomi Palopo.

Sebagaimana kota-kota maju di dunia yang berhadapan dengan laut, maka pengembangan kota difokuskan pada sisi laut, komersialitas, wisata dan lainnya dipacu sebagai penggerak perekonomian kota dan penarik wisatawan. Potensi memajukan perdagangan dan jasa mengingat daerah-daerah sekitar, 12-13 kabupaten, sangat dekat dan terjangkau dibandingkan dengan Kota Makassar.

Konsep ini tentu akan seperti di kota-kota lain dimana tidak akan menggunakan APBD melainkan investasi swasta kecuali pada bagian-bagian jalan dan fasilitas umum yang tidak ter-cover oleh pengembang.
Pengembangan Kota Palopo ke arah laut lebih memungkinkan dibanding ke arah pengunungan, serta menarik bagi pengembang untuk berinvestasi.

Hal ini juga sejalan dengan apa yang menjadi visi-misi Wali Kota Palopo, HM Judas Amir yang dituangkan di dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2023 mendatang.

Kepala Bappeda Kota Palopo, Hj Raodatul Jannah melalui Sekretaris Bappeda, Hendri yang yang ditemui Palopo Pos, Rabu 14 Juli 2021, menyebutkan, pembangunan pesisir Kota Palopo masuk dalam RPJMD hingga 2023. Di antaranya pembuatan jalan lingkar (ring road) Sampoddo ke Lemo-lemo. Hanya saja, untuk pengerjaannya masih dalam pengkajian.

Seperti diketahui, tahun ini ada 3 proyek multiyears Dinas PUPR yang akan segera tayang di LPSE dalam waktu dekat ini belum memasukkan pembangunan ringroad Sampoddo-Lemo-lemo. Ketiga mega proyek itu masing-masing, pembangunan arena road race, revitalisasi kawasan Islamic Centre, dan pembangunan gedung Pusat Kuliner dan Perdagangan.

Hal itu dikemukakan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Palopo, Hamsir Hamid ST, Kamis (8/7/2021). Lebih lanjut, Hamsir menjelaskan, proyek arena road race dan revitalisasi Islamic Centre berada di Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan (Warsel). Sementara, gedung Pusat Kuliner dan Perdagangan, lokasinya di eks Luwu Plaza, Jln Andi Djemma. Untuk Pusat Kuliner dan Perdagangan ini diproyeksikan empat lantai; 3 lantai tempat usaha ditambah 1 top floor.

Dihubungi terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Ibnu Rus, menambahkan proyek arena road race di Songka (samping Terminal Type A) akan menelan anggaran kurang lebih Rp49 miliar, sementar proyek Islamic Centre dianggarkan sekitar kurang lebih Rp50 miliar, dan Pusat Kuliner dan Perdagangan kurang lebih Rp92 miliar.

Selain ketiga proyek multi years tadi, PUPR juga akan merampungkan persiapan tender proyek pembangunan gedung DPRD yang baru di eks RS Kalang-kalang, Kelurahan Rampoang.

“Dokumen DED kantor DPRD di bekas RS Kalang-kalang sementara penyempurnaan, cuma kita belum bisa pastikan apakah proyek ini masuk multi years atau proyek tahun berjalan, sementara anggarannya diproyeksikan sebesar kurang lebih Rp25 miliar,” kunci Ibnu Rus.(idr)