Oknum PNS Dispenda Sulsel di Samsat Luwu Ditangkap

3036
KORBAN penipuan Sampe, ketika berada di Polres Palopo, menceritakan masalah yang dialaminya, Kamis, 22 Juli 2021. --ft: kahariting/palopopos---

* Diduga Tipu Ratusan Pemohon 


PALOPOPOS.CO.ID, BELOPA– Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulsel yang bertugas di Luwu berinisial PS, ditangkap pihak berwajib, awal Juni 2021. Itu terkait penipuan pemohon surat kendaraan di Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Belopa.

Kasus tersebut terungkap saat salah seorang korban hendak mengkonfirmasi perihal surat mutasi kendaraan dari Kalimantan ke Luwu, yang diurus oknum inisial PS. Mirisnya lagi, korbannya sudah ratusan orang. Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Luwu. Bahkan kasusnya sementara berproses dan telah dinyatakan tahap satu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Belopa.

Salah seorang korban, Sampe (59) warga Bosa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, kepada Palopo Pos, mengatakan, surat mutasi kendaraan diurus PS sejak Januari 2021. Janjinya hanya sebentar surat tersebut sudah jadi.

Oknum PNS Dispenda Sulsel di Samsat Luwu Ditangkap

“PS minta dana Rp6 juta, saya pun menyerahkan dengan penuh kepercayaan. Hari demi hari, bulan demi bulan tak ada kabar, hingga Juni kemarin saya berinisatif ke Sama Belopa untuk menemui PS. Disitu baru terungkap kalau dokumen saya tidak diurus. Saya kemudian meminta kembali dana Rp6 juta tapi pelaku hanya memberikan Rp3 juta dengan perjanjian sepekan kemudian sisahnya menyusul. Tapi sampai Juli ini dananya belum dikembalikan. Saya koordinasi lagi ke Sama Belopa, ternyata yang bersangkutan sudah ditangkap,” kata Sampe, kepada Palopo Pos, di Mapolres Palopo, Kamis, 22 Juli 2021.

Terkait dengan itu, Kanit Regident Polres Luwu, Iptu Alwi yang dikonfirmasi, membenarkan jika PS saat ini telah ditahan di Mapolres Luwu. Alwi yang mengaku baru menjabat Kanit Regident di Polres Luwu itu, mengaku jika sejak penempatan dirinya di Samsat Luwu, yang bersangkutan telah ditahan.

Bahkan informasi yang diterima dari pegawai sama lainnya jika waktu penggeledahan di laci meja pelaku, ditemukan ratusan STNK kendaraan roda dua maupun empat yang diurus pelaku namun tidak selesai.

“Seandainya pas saya menjabat dan mendapati kasus ini, saya sendiri yang jebloskan bersangkutan ke ruang isolasi. Pelaku merupakan PNS Dispenda,” terang Alwi.

Seraya menambahkan, terkait korban Sampe yang hendak mengkonfirmasi masalah yang dialaminya, perwira dua balok itu, menyarankan untuk menemui langsung pelaku di sel Polres Luwu.

“Jalan satu-satunya silahkan temui pelaku di sel Polres Luwu, kemudian bawa bukti kwitansi dan perlihatkan kepada yang bersangkutan. Kalau tidak ada titik terang bisa saudara Sampe melaporkannya ke bagian SPKT Polres Luwu, sekaligus sebagai korban tambahan karena memang masih banyak korban yang belum melapor,” tegas Alwi. (ded/ikh)