Momentum Berbagi di Tengah Pandemi

27
Bupati Luwu Dr H Basmin Mattayang Salat Iduladha di Masjid Agung Belopa didampingi Asisten I Rudi Dappi dengan khatib Kepala Kemenag Luwu Drs HM Jufri, MA. Nampak Bupati Lutim, H. Budiman memberikan sambutan di atas mimbar Masjid Babul Khair, Malili. Di Luwu Utara, nampak Bupati Indah Putri melaksanakan Salat Id di rumah pribadinya di Bone-bone. ANDRI/PALOPO POS

* Memaknai Hari Raya Iduladha

BELOPA — Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1442H, kemarin, berlangsung khidmat di pelbagai daerah. Meskipun ada yang membolehkan di masjid, ada juga yang melarang. Namun, hal itu tidak menurunkan hikmah dari Idulkurban ini.

Sejatinya Iduladha sebagai momentum hilangkan ego, perbanyak berbagi kepada sesama, apalagi di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Di Kabupaten Luwu, perayaan Iduladha yang masih dalam suasana pandemi virus corona tetap digelar di masjid-masjid.

Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang, M.Pd dalam sambutan Iduladha di Masjid Agung Belopa mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi pandemi ini. Sudah dua tahun calon jemaah haji Luwu tertunda berangkat haji. Untuk itu harus bersabar.

“Akibat pandemi Covid-19 yang masih mewabah di berbagai penjuru dunia, Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan jemaah haji dari berbagai negara untuk menjalankan Rukun Islam ke-5. Bagi Jemaah Calon Haji Indonesia dan Luwu pada khususnya, keputusan ini tentu sangat berat. Namun demikian saya mengajak para CJH Luwu untuk senantiasa bersabar. Insya Allah kesabaran dalam menerima penundaan ini nantinya akan menjadi wasilah kemabruran haji kelak,” kata Basmin.

“Sungguh saya sangat prihatin dengan pandemi corona ini. Bayangkan saja, di tengah semangat kita untuk berkurban, ada banyak masyarakat khususnya yang tingkat ekonomi lemah yang merasakan dampak secara ekonomi. Banyak masyarakat yang akhirnya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya karena harus kehilangan mata pencarian,” ungkap Basmin.

Lanjut Bupati Luwu, sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Luwu, ia mengajak seluruh jemaah masjid kiranya usai setiap salat di masjid untuk memanjatkan doa, agar kiranya penyakit ini berlalu dan diangkat oleh Allah SWT.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Drs HM Jufri, MA selaku Khatib Idul Adha di Masjid Agung Belopa, kepada Harian Palopo Pos, mengatakan, Menteri Agama (Menag) awal Juni lalu secara resmi pembatalan keberangkatan calon jamaah haji Indonesia untuk tahun 2021 ini. Dan dampaknya 273 CJH Luwu yang sudah mengikuti manasik serta mengikuti vaksinasi covid-19 akhirnya batal di berangkatkan ke Arab Saudi.

“Dengan batalnya CJH Luwu diberangkatkan, menambah daftar lamanya daftar tunggu kreberangkatan Jamaah haji Luwu yang saat ini pada data Siskohat menunjukkan angka sudah 5.694 orang yang mendaftar. Dengan kuota yang diberangkatkan hanya 273 orang setiap tahun, maka bagi CJH yang mendaftar hari ini, ia baru bisa diberangkatkan 22 tahun kemudian,” kata Jufri.

Bupati Lutim

Momentum Berbagi di Tengah PandemiSementara itu di Malili, Bupati Luwu Timur, H. Budiman, saat menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Salat Id Iduladha 1442H di Masjid Babul Khair Desa Puncak Indah Malili, menjelaskan hakekat berkurban ini, intinya kita mampu mengedepankan orang lain dari pada diri kita sendiri dan itulah inti dari esensi ajaran agama Islam.

Laksana tenun benang yang saling terikat satu sama lainnya membentuk selembar kain yang kokoh. Inilah semangat ukhuwah dan persaudaraan Islam yang hakiki.

“Kurban itu sejatinya merupakan simbol kemenangan kita dalam menunddukan ego dan hawa nafsu kita sendiri,” jelasnya. “Sedekah bisa melapangkan hati. Mari kita rajin sedekah untuk membantu orang lain. Semoga dengan sedekah kita ini, Allah turunkan berkah untuk mencabut virus corona di muka bumi ini,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, pelaksanaan ibadah haji yang semestinya juga dilaksanakan setiap tahunnya, harus tertunda karena pandemi ini. Kebijakan Pemerintah pusat ini tentu semata-mata bertujuan untuk melindungi masyarakat dari terpapar virus corona. Apalagi kebijakan Pemerintah Saudi juga hanya membolehkan warga yang bermukim diwilayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Luwu Timur yang telah menjaga dan merawat kerukunan, kebersamaan, dan harmonisasi di Bumi Batara Guru ini. Di Masamba, Bupati Lutra, Indah Putri Indriani batal melaksanakan Salat Iduladha di halaman Kantor Bupati Lutra.

Momentum Berbagi di Tengah PandemiBupati memilih menjalankan salat sunnah ini kediaman pribadinya di Kanjiro, Kecamatan Bone-bone. “Saya bersama keluarga salat id di halaman rumah di Bobebone,” sebut Indah. Sementara wakilnya, Suaib Mansur, juga akan melaksanakan salat di rumahnya.

Padahal sebelumnya Bupati Lutra, mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan Salat Iduladha. Disebutkan bahwa salat Iduladha dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan jumlah terbatas, maksimal 30% dari jumlah kapasitas, serta harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada zona-zona wilayah yang diizinkan, yaitu zona hijau dan kuning. Khusus pada wilayah zona oranye dan zona merah, maka wajib dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Sedangkan Wali Kota Palopo HM Judas Amir juga menggelar Salat Iduladha di musala Rujab SaokotaE dengan keluarga inti. (and/idr)