Mengenali Migrain dan Cara Pencegahannya

236
Dokter Spesialis Saraf Kota Palopo, dr H Suyuti Arifin, Sp.S

PALOPO–Di kehidupan kota dengan arus perubahan yang begitu cepat berdampak pada banyak hal, termasuk kualitas hidup seseorang. Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang berdampak buruk pada kualitas hidup. Migrain salah satunya. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa memicu migrain dan bagaimana migrain bisa bertahan hingga sehari penuh dengan sakit yang luar biasa.

Nah untuk itu, sebenarnya seperti apa penyakit Migrain ini dan bagaimana cara menghindarinya, berikut wawancara Palopo Pos dengan Dokter Spesialis Saraf Kota Palopo, dr H Suyuti Arifin, Sp.S, yang Selasa, 7 Juni 2021 kemarin.

Ditemui di Cafe Dinasti, Sore kemarin, dokter senior di Kota Palopo ini, menyebutkan bahwa, adapun migrain merupakan jenis sakit kepala yang bisa berlangsung beberapa jam atau bahkan sepanjang hari. Biasanya di satu sisi kepala. Rasa sakitnya hebat dan berdenyut, sering disertai dengan gejala mual dan kelemahan lainnya.

“Sakit kepala biasa jarang terjadi, dan cenderung hilang dengan mudah. Tetapi, migrain bisa terjadi berulang dan cenderung berlangsung lebih lama, bahkan berhari-hari,” ungkapnya.

Migrain sendiri, kata dia, itu memiliki tahapan-tahapan. Untuk tahapan pertama, yakni fase prodrom, atau kadang-kadang disebut fase pra-sakit kepala. Tahap ini menimbulkan gejala tanpa rasa sakit yang terjadi beberapa jam atau hari sebelum migrain datang. Gejala bisa berupa perubahan suasana hati, mengidam makanan, dan leher kaku.

Kemudian, untuk tahap dua, disebut fase aura mengacu pada gangguan sensorik yang terjadi sebelum atau selama migrain. Fase ini dapat mempengaruhi penglihatan, sentuhan, atau ucapan seseorang. Namun, tidak semua orang yang menderita migrain mengalami fase aura.

Setelah itu tahapan ketiga, yakni fase sakit kepala, dimana rasa sakit menyerang, baik ringan hingga melemahkan. Bahkan paparan cahaya, suara, dan bau dapat memperburuk rasa sakit.

“Untuk tahapan empat, penderita migrain bisa merasa lelah, bingung atau umumnya tidak enak badan selama fase ini,” ujarnya.

Diungkapkan dokter yang berpraktek di RS At Medika dan RS Mujahisa ini, Secara umum, migrain membuat aktivitas akan terganggu karena merasa kesakitan. Setiap orang pun memiliki kondisi yang berbeda saat mengalami migrain.

Penyebab Migrain ini, bermacam-macam, ada yang karena gaya hidup, ada juga karena gen. Para peneliti menyebutkan migrain juga disebabkan karena gen atau riwayat keluarga. Bahkan menurut The American Migrain Foundation, jika salah satu orangtua memiliki migrain, maka kemungkinan anak-anak mengalami hal yang sama adalah 50%.

“Bahkan kalau kedua orangtua memiliki migrain, kemungkinan tersebut bertambah menjadi 75%,” terangnya.

Sementara itu, untuk gaya hidup, biasanya karena stres, jenis makanan atau minuman tertentu, penggunaan obat-obatan, hingga penyakit lain yang sedang diderita.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah migrain. Pertama-tama mengenali pemicu migrain, seperti stres atau makanan tertentu, agar bisa menghindarinya. Ini akan mengurangi risiko migrain kambuh. Selain itu, jalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, berolahraga teratur, serta hindari makanan atau minuman yang diduga bisa memicu migrain.

Untuk wanita, kata dia, karena migrain seringkali dikaitkan dengan perubahan hormon, sebaiknya hindari konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon esterogen seperti pil KB.

Jika terserang migrain selain konsumsi obat, juga dapat melakukan berbaring di ruangan gelap jauh dari suara dan cahaya. Ini disebut dapat menjadi cara terbaik untuk meringankan gejalanya.

“Kita juga bisa mencoba meletakkan kompres dingin pada dahi sambil menjaga tubuh tetap terhidrasi hingga rasa sakitnya hilang,” tambahnya.(ich)