Masuk ke Tator Diperiksa Ketat, Juga ke Makassar dan Daerah yang Berlakukan PPKM Level 4

54
KETAT. Petugas keamanan dari TNI dan Polri akan menjaga pintu masuk daerah yang termasuk PPKM Level 4. Di Sulsel, hanya Makassar dan Tator yang terdaftar. JPNN

PALOPOPOS.CO.ID, MAKALE-– Mulai hari ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, hingga 8 Agustus 2021, mendatang.
Di Sulsel, hanya dua daerah yang berlakukan PPKM Level 4, yakni Kota Makassar dan Tana Toraja.

PPKM Level 4 atau pembatasan mirip-mirip lockdown (penguncian) diterapkan berdasarkan data-data penyebaran Virus Covid-19. Bagi yang akan masuk dan keluar, akan diperiksa ketat. Jalan-jalan pun akan dilakukan penyekatan.

Pemerintah Indonesia menerapkan PPKM level 4 di 45 kabupaten/kota yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia, di luar Pulau Jawa dan Bali.

Hal ini diputuskan dalam rapar koordinasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) yang dipimpin Ketua KPC PEN, Airlangga Hartarto, Sabtu (24/7/2021).

Salah satu dari 21 provinsi tempat penerapan PPKM level IV adalah Sulawesi Selatan.

“Benar sekali (akan diberlakukan PPKM level IV di Makassar),” kata Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Sabtu akhir pekan lalu.
PPKM level 4 diterapkan selama 14 hari atau 2 pekan, mulai, Senin (26/7/2021) hingga Ahad (8/8/2021).

PPKM Level 4 juga memiliki substansi yang sama dengan PPKM Darurat. Akan tetapi, ada sejumlah tambahan dalam PPKM Level 4, khususnya terkait dengan target testing, tracing, dan treatment (3T).

Sulsel Siap

Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Koordinasi Penerapan PPKM Level IV di Luar Jawa Bali, yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia secara virtual, Sabtu (24/7/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Plt Gubernur melaporkan rencana Pemerintah Provinsi menyiapkan Tempat Tidur (TT) untuk pelaksanaan isolasi bagi yang bergejala maupun juga untuk ICU.

“Ada ribuan kamar kami siapkan termasuk isolasi-isolasi rumah sakit untuk pencadangan yang bergejala dan juga untuk yang icu nantinya. Harapan kami dengan pencadangan ini nanti akan terkontrol oleh rumah sakit,” katanya di Bone melalui rapat virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurutnya, untuk pencadangan tempat tidur bagi pasien bergejala, pihaknya menyiapkan asrama haji dan juga Rumah Sakit Sayang Rakyat untuk Extended Rooms, yang akan berada dibawah kendali langsung tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel.

Plt Gubernur menjelaskan, pencadangan berupa tempat tidur untuk pelaksanaan isolasi dan ICU tersebut dipersiapkan jika Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit milik pemerintah provinsi telah mencapai 75 persen.

“Asrama haji ini kami blok per rumah sakit untuk penanggung jawab setiap gedungnya, sehingga ada tujuh rumah sakit kami dibawah kendali provinsi akan terbagi di gedung gedung ini sehingga akan extended rooms nya akan berada dibawah kendali rumah sakit sebagai penambahan ketikan mencapai bed occupancy rate (Bor) nya sebanyak 75 persen,” jelasnya.

Tak hanya melaporkan kesiapan pencadangan TT, Plt Gubernur juga melaporkan program penanganan Covid di Sulsel melalui program Kebut Vaksinasi yang telah digalakkan Pemprov Sulsel dalam beberapa waktu lalu.

“Kami punya program Kebut Vaksinasi di Sulawesi Selatan, ini adalah dalam rangka untuk mengejar target-target vaksin terutama di area aglomerasi sebagai area penyebaran episentrum covid dan juga tentu di wilayah-wilayah perkotaan di kabupaten kota,” terangnya.

Termasuk Program Layanan Konsultasi Telemedicine’Hallo Dokter’ yang telah diresmikannya. Plt Gubernur menyampaikan kepada Kemenko Bidang Perekonomian terkait apa saka manfaat dan bentuk layanan yang diberikan pihak tenaga medis melalui layanan ‘Hallo Dokter’.

“D Telemedicine ini akan menjadi akses bagi warga yang sekiranya mendapatkan gejala. Mereka bisa menelepon kami selama 24 jam untuk memberikan pelayanan konsultasi dokter, dan mereka nanti akan diberikan rujukan ketika mereka harus ke rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah dengan gejala yang dimiliki masing-masing,” ungkapnya.

Termasuk untuk pelaksanaan vaksinasi, Plt Gubernur menyampaikan telah menggalang bantuan dari beberapa pihak, organisasi, maupun komunitas untuk bergabung dalam kebut vaksinasi dan juga pelaksanan isolasi bagi para penderita Covid 19 di Sulsel yang tetap dibawah kendali dari satgas penanganan Covid 19 Sulsel sebagai leader.

Tak hanya itu, Andi Sudirman yang akrab disapa dengan akronim Andalan tersebut, menyampaikan kesiapan logistik di Sulsel yang cukup aman dengan terpenuhinya stok hasil pertanian di gudang Bulog dan bahkan dititipkan di tempat penggilingan padi milik petani.

Sekadar diketahui, Rapat Koordinasi Penerapan PPKM Level IV di Luar Jawa Bali ini dilakukan untuk meminta kesiapan provinsi dan kabupaten kota di luar Jawa Bali dalam menghadapi pelaksanaan perpanjangan PPKM yang rencananya akan diperpanjang pada 26 Juli sampai 8 Agustus, mendatang.(idris prasetiawan)