Korem 143/Halu Oleo Kurban 24 Ekor

6
Danrem 143/HO, Brigjen TNI Jannie A. Siahaan, menyampaikan bahwa hikmah Iduladha bagi umat Islam tidak hanya tentang ketakwaan dan pengorbanan, tetapi juga semangat saling berbagi.

KENDARI – Korem 143/Halu Oleo (HO) menyalurkan 24 ekor hewan kurban, terdiri atas 21 ekor sapi dan 3 ekor kambing pada momentun Lebaran Iduladha 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban berlangsung di Lapangan Korem 143/HO, Selasa (20/7/2021).

Hewan kurban yang disembelih merupakan sumbangan atau titipan dari Danrem 143/HO, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Dandim 1417/Kendari, Dandim 1412/Kolaka, Dandim 1413/Buton, Kasi Intel dan Kasi Ter Kasrem 143/HO, Dinas PU Cipta Karya, Bank BRI dan BTN, BWS Sulawesi IV Kendari, serta PT VDNI/OSS, Rohul, Indra Bakti, Paramita, WIN, Ceria, KMS, dan Cinta Jaya.

Danrem 143/HO, Brigjen TNI Jannie A. Siahaan, menyampaikan bahwa hikmah Iduladha bagi umat Islam tidak hanya tentang ketakwaan dan pengorbanan, tetapi juga semangat saling berbagi.

Jannie pun menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mempercayakan pemotongan dan pembagian daging kurban kepada Korem 143/HO.

Jannie mengimbau kepada seluruh jajaran Korem 143/HO yang sedang melaksanakan kurban di wilayah Kendari, Kolaka, Buton, Muna, dan Buton Utara, agar melakukan pembagian merata dan dikhususkan kepada yang terdampak PPKM.

“Semoga daging kurban yang disalurkan oleh panitia kurban dan telah diasesmen dari Dinas Perikanan dan Peternakan Pemprov Sultra maupun kota dan kabupaten dapat membantu masyarakat yang menerimanya,” kata
Danrem 143/HO.

Penyaluran dan pembagian daging kurban dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain personel Korem 143/HO, juga dibantu oleh anggota Pramuka Saka Wira Kartika dan beberapa mahasiswi dari Universitas Halu Oleo.

Adapun penyaluran ini di khususkan kepada yang terdampak pandemi COVID-19 dan mengikuti instruksi pemerintah yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu, masyarakat dengan ekonomi rendah, anak yatim, mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung, pekerja serabutan, tunawisma, dan penyandang disabilitas.

“Khusus penyandang disabilitas menjadi atensi khusus karena dampak yang dirasakannya tentu lebih berat dibanding kita yang dapat dikatakan normal,” kata Rusmin Ismail, Pelaksana Harian Kapenrem.