Keluarga Korban: Adik Kami Dibunuh!

1337
POLISI menggotong kantong mayat yang ditemukan di dalam parit kantor Mandala Finance, Selasa siang 20 Juli 2021. Nampak wajah almarhum yang penuh luka-luka dan lebam bagian mata dan pipi seperti bekas pukulan benda tumpul. RIAWAN/PALOPO POS

* Kasus Mayat Dalam Parit, Polisi Pelajari Rekaman CCTV

PALOPO — Mayat seorang pemuda warga Mungkajang, yang ditemukan di parit samping kantor Mandala Finance, Kota Palopo, Selasa 20 Juli 2021, diduga dibunuh yang terlebih dahulu dianiaya di malam takbiran Iduladha.

Sejumlah informasi yang dihimpun Palopo Pos dari keluarga almarhum, Panca Subastio (17), menyebutkan penyebab kematian almarhum diduga kuat karena tindakan penganiayaan terhadap almarhum.

Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil visum dokter RSUD Sawerigading yang telah diterima pihak kepolisian Polres Palopo, dimana ditemukan sejumlah luka pada tubuh almarhum.\

Keluarga Korban: Adik Kami Dibunuh!

“Kami yakin, almarhum adik kami dibunuh. Untuk itu selaku keluarga almarhum, berharap kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas penyebab kematian almarhum itu,” sebut Hasdar, salah satu keluarga almarhum saat ditemui di rumah duka di Lorong Janda, Kelurahan Mungkajang, Rabu 21 Juli 2021.

Keyakinan salah satu keluarga almarhum itu, juga sama diungkap salah satu akun facebook yang mengomentari postingan berita online Palopo Pos di salah satu grup Facebook.

Namun, belum sempat dikonfirmasi mengenai komentar dari akun Facebook yang menyebutkan bahwa di TKP (depan Mandala Finance) ada sekelompok orang yang saling kejar hingga masuk ke dalam parit tempat ditemukannya jenazah Panca Subastio itu ditemukan, komentar tersebut telah dihapus.

“Baku buru memang di situ itu malam (malam takbiran),” tulis akun tersebut di kolom komentar berita Palopo Pos online dengan judul Terdapat Sejumlah Luka di Tubuh Jenazah Tanpa Identitas yang Ditemukan di Samping Mandala Finance.

Almarhum Panca yang saat ini duduk di SMKN 2 Palopo, telah dimakamkan, kemarin pagi.
Palopo Pos lalu mencoba mewawancara pihak Mandala Finance. Salah satu pegawainya mengaku jika rekaman CCTV kantornya telah diambil pihak Polres Palopo. Hanya saja, ia tidak berani berkomentar jauh isi dari CCTV tersebut. “Tidak ada Pak Bos, dia yang lebih tahu isi rekaman CCTV malam kejadian itu,” pungkasnya.

CCTV Kantor Merekam

Sementara itu, pihak Polres Palopo yang dikonfirmasi mengenai kelanjutan peristiwa tersebut, Kasat Reskrim Polres Palopo melalui KBO Reskrim Iptu Langkarianto, menyebutkan saat ini pihaknya masih terus melakukan proses lidik untuk mengungkap pasti penyebab kematian almarhum Panca Subastio itu.

“Kita tidak bisa buru- buru menyebutkan penyebab pasti kematian almarhum itu, nanti setelah rampung semuanya tentu kita akan sampaikan. Dan saat ini kita masih lakukan proses lidik, kemudian sejumlah bukti pendukung seperti rekaman CCTV kantor Mandala Finance yang menyorot ke TKP ditemukannya jenazah itu, juga telah kita amankan untuk mendukung proses lidik yang kami lakukan,” kata Langkarianto saat ditemui di ruang Reskrim Polres Palopo, Rabu, kemarin.

Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP. Diketahui, korban mengalami luka di bawah mata, ada luka lebam, dan wajahnya penuh luka memar juga goresan.

Diberitakan sebelumnya, jenazah almarhum Panca Subastio itu pertama kali ditemukan oleh security Mandala Finance, Islamuddin. Sama dengan pengakuannya sebelumnya saat ditemui siang tadi di kantornya, ia menyebutkan saat itu datang dari ramah untuk mengecek kondisi di kantornya.

“Saya dari rumah mau cek kondisi kantor, terus saat saya mau cuci tangan, saya melihat dinding bagian dapur rumah makan di sebelah kantor ini, itu sudah rusak, padahal sebelumnya masih bagus. Karena penasaran, saya kemudian mengecek dan berfikir terjadi pencurian, sehingga saya mengecek ke samping dan melihat ke bawa parit itu, ternyata disana ada mayat. Setelah itu saya memanggil orang di RS. Atmedika,” kata Islamuddin.(cr1)