Indah Larang Hiburan Malam Saat Pesta Pernikahan

11
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani

MASAMBA — Kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Luwu Utara saat ini masih sangat tinggi. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menginstrukasikan seluruh camat hingga desa/kelurahan turun langsung memetakan potensi penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Instruksi itu disampaikan Indah saat memimpin rapat terbatas yang juga dihadiri seluruh camat secara virtual.
Dalam rapat itu, Indah mengatankan kondisi saat ini semua harus turun langsung.

Menjadi pemimpin lapangan, terutama para camat, lurah hingga kepala desa.
“Beberapa hari terakhir bayak hal yang terjadi, selain kasus yang terus meningkat, pengambilan paksa jenazah covid hingga proses pemakaman yang sebagian warga masih mengabaikan protokol kesehatan,” kata Indah, Kamis 29 Juli 2021.

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu menegaskan, camat, lurah hingga kepala desa harus turun langsung ke lapangan.
Memastikan kondisi wilayah masing-masing dengan melakukan identifikasi titik mana saja yang dianggap rawan penyebaran virus corona.
“Semua harus menjadi pemimpin lapangan, turun ke lapangan mengecek, semua harus mengabil peran,” katanya.

“Kita sudah diingatkan presiden, untuk tahu titik rawan penyebaran covid di wilayah masing-masing. Aktifitas rawan di mana, wilayah mana saja rawan segera laporkan lalu antisipasi,” tegas Indah. Virus ini lanjut Indah, sudah bermutasi sehingga masa pendemi ini diperkirakan masih panjang.

Olehnya itu sosialisasi harus terus dilakukan. Model pendekatannyapun harus dirubah, bagaimana mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam penanganan covid ini.
“Yang paling penting turun ke lapangan mengedukasi masyarakat, mengurai keramaian. Contoh resepsi nikah, masih banyak yang melanggar protokol kesehatan,” tuturnya.

“Saya minta para camat saat ini jangan ada hiburan di malam pesta pernikahan, karena itu mengundang orang berkumpul,” pungkasnya.
Selain itu, Indah juga meminta seluruh pimpinan SKPD untuk turun ke lapangan melakukan identifikasi.

“Masing-masing Perangkat Daerah (PD) harus memantau semua pergerakan organisasinya, dari sekian ASN-nya harus tahu siapa yang sadah divaksin, siapa yang mendukung program penanganan covid dan siapa yang tidak,” tutur Ketua PMI Luwu Utara.

“Jangan sampai kita yang memerintahkan bawahan untuk turun ke lapangan, baru pimpinannya yang tidak muncul di lapangan,” tutup Indah.(jun/rhm)