Enam Bulan, Ada 192 Janda – Duda Baru

235
ILUSTRASI CERAI

*Didominasi Istri Gugat Cerai Suami

TOMPOTIKKA, PALOPOPOS.CO.ID — Di masa pandemi, kasus perceraian terus terjadi setiap tahunnya, dimana Januari hingga Juni 2021 ini kasusnya sudah mencapai 192 perkara.

Ketua Pengadilan Agama Palopo, Azimar Rusydi, S.Ag, MH melalui Panitera Pengadilan Agama Palopo, Shafar Arfah, SH, MH yang ditemui Palopo Pos, Rabu 13 Juni 2021 menyebutkan setiap tahunnya perceraian selalu ada saja terjadi. Itu ditimbulkan berbagai penyebab.

Dikatakannya, hingga Juni 2021, angka perceraian itu mencapai 192 kasus, dimana cerai talak 35 perkara sementara gugat cerai 157 perkara. Sementara itu di tahun 2020, kasus perceraian berada pada angka 410, 115 cerai talak, 295 gugat cerai.

Kemudian di tahun 2019 angka perceraian 340 perkara, dengan kasus cerai talak 74 perkara, dan cerai gugat 266 perkara. Selanjutnya di tahun 2018 kasus perceraian mencapai 706 perkara, dimana cerai talak sebanyak 189 perkara, sementara cerai gugat 517 perkara.

Dari tahun 2018 hingga 2019, kata dia, perkara yang ada agak cenderung tinggi. Itu karena perkara yang ditangani PA Palopo masih dua kabupaten/kota, yakni Luwu dan Palopo. Nanti di Bulan November 2019, PA Palopo baru menangani perkara hanya di Kota Palopo saja.

“Padahal jika dibandingkan, berdasarkan data-data sebelumnya, perkara yang ditangani itu, 3 banding 1 untuk Luwu dan Palopo. Jadi jumlah perkara di Palopo itu, sepertiga dari yang ada di Luwu, misalkan di Luwu 300, Palopo 100,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada, itu dikarenakan, perselisihan dan pertengkaran antar dua pasangan, kdrt, salah satu pihak meninggalkan pasangannnya. Ada juga karena poligami, salah satu pasangan karena di penjara, ekonomi, dan lainnya.

“Tapi kebanyakan karena perselisihan dan pertengkaran,” ujarnya.(ich/rhm)