Diberi Makanan Khusus, Panjang Parang untuk Sembelih 40 Cm

43
SAPI kurban Presiden Jokowi diberi nama "Hero" ditempatkan di RPH Modern Bukit Lewadang, Kelurahan Purangi, Ahad 18 Juli 2021. Besok, sapi ini akan disembelih, daginmgnya dibagikan ke masyarakat. IDRIS/PALOPO POS

* “Hero”, Sapi Kurban Jokowi untuk Masyarakat Palopo

Sapi kurban Presiden RI Joko Widodo berbobot 1 ton lebih atau tepatnya 1.041 kg kini sudah ada di Kota Palopo, dan siap untuk dikurbankan usai Salat Iduladha, besok. Sapi tersebut diberi nama Hero.

Laporan: Rachmy Yusuf-Idris Prasetiawan, Palopo

Saat ini sapi yang didatangkan dari pusat inseminasi buatan ternak Dg Reppa, Kabupaten Gowa menjalani proses pemulihan pasca melalui perjalanan panjang selama 12 jam dari Gowa ke Palopo.
Ia ditempatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bukit Lewadang Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana, setelah tiba Sabtu pagi 17 Juli 2021 sekira pukul 09:00 Wita. Dimana berangkat dari Gowa, Jumat pukul 9 malam.

Sapi jantan jenis limosin ini diterima oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, Muh Ibnu Hasyim didampingi Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh Burhanuddin.
Sapi bantuan itu memiliki bobot berat 1.041 kilogram atau 1,04 Ton, dengan usia 3 tahun 8 bulan.

Adapun harganya, yakni Rp 73 juta, diluar dari biaya pengantaran.
Kadis Pertanakbun Ibnu Hasyim mengatakan, sapi tersebut akan disembelih pada saat hari raya kurban nanti.

“Jadi untuk sementara akan dirawat di RPH ini sampai hari raya baru dibawa ke Masjid Agung untuk penyembelihannya,” kata Ibnu.

Sementara, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Kota Palopo, drh Burhanuddin mengatakan, kapasitas daging sapi limosin itu, bisa mencapai 600 kilogram setelah disembelih. “Jadi bisa dibagikan untuk 600 orang,” sebutnya.

Makanan Khusus

Selama pemulihan stres di RPH Bukit Lewadang, Palopo Pos berkesempatan melihat kondisinya.

Untuk ukurannya terlihat sama besar dengan sapi lokal jika dari foto. Tetapi, jika dilihat langsung, maka, mata akan terpaku dengan ukurannya yang sangat besar dan tinggi. Boleh dikata 10 kali lipat besarnya dari sapi lokal yang berukuran besar. Tingginya pun bisa mencapai 170 cm dengan struktur otot yang kekar.

Dijaga oleh Arif, Mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas yang sedang mengikuti PKL di tempat Dg Reppa, Gowa.
Ia ditugaskan khusus menjaga kondisi Hero selama di Palopo sampai penyembelihan nanti.

Kepada Palopo Pos, Arif menuturkan, perlakuan untuk Hero ini tidak sembarangan dengan sapi umumnya. Harus diberikan makanan tambahan berupa dedak halus yang dicampur air. Itu pemberiannya setiap siang dan sekali sehari.

Tak hanya itu, makanannya juga bukan rumput sembarangan. Haruslah rumput gajah, daun jagung tua, dan jerami.

Hanya saja, saat di Palopo ini, kata Arif yang sudah datang sejak, Sabtu bersamaan dengan Hero ini, untuk jenis rumput itu agak susah ditemukan, sehingga Hero terlihat malas makan. Ditambah, masih dalam kondisi stres setelah perjalanan 12 jam dari Gowa.

“Masih stres kodong, jadi tdk banyak makan,” ujarnya.
Arif yang saat ini sedang memasuki semester akhir dan bersiap menyelesaikan kuliahnya di Unhas, mengaku, di tempat PKL-nya di peternakan Dg Reppa di Gowa, banyak sapi-sapi Limosin yang diternakkan.

“Di atas itu, banyak sapi dengan berat 1 ton lebih. Ini namanya Hero, di atas ada juga namanya Rambo dan Paus,” jelasnya.
Ia mengatakan untuk Hero ini berasal dari hasil inseminasi buatan antara sapi lokal Bali dengan sapi Limosin.

Arif menambahkan, untuk penyembelihan nantinya, ia berharap panitia kurban Masjid Agung harus menggunakan parang yang sangat tajam dan panjang. Lantaran lehernya lebih besar dan penuh dibalut daging.

Terpisah Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Palopo, Ustaz Ruslan kepada Palopo Pos, Ahad tadi malam mengatakan, yang bertugas menyembelih sapi kurban Presiden Jokowi adalah Imam Masjid Agung Palopo, H. Baharuddin.

Adapun parang yang digunakan nantinya sepanjang 40 cm yang sudah disiapkan khusus dan diasah dengan sangat tajam. “Imam Masjid Agung H. Baharuddin yang sembelih nanti, parang yang dipakai panjangnya 40 cm,” pungkasnya.(*)