Anak Gadisnya Direkam saat Ganti Pakaian

341
Jumardin (41), warga Kelurahan Ponjalae Palopo mendapat perawatan medis di RS St Madyang lantaran diduga dianiayai oleh pengelola tempat wisata alam Bora yang berada di Kel. Jl. Bora, Kel. Mungkajang Palopo. --ft: istimewa--

* Bapaknya Dianiaya Oknum Pengelola Permandian di Bora

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO— Seorang gadis diduga direkam pakai video handphone saa ganti pakaian di kamar ganti tempat wisata alam Bora Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo pada Minggu, 18 Juli 2021.
Kemudian bapaknya, Jumardin (41) dianiaya oknum pengelola wisata tersebut. Akibatnya, korban harus menjalani perawatan medis di RS St Madyang.

Korban Jumardin (41) saat dikonfirmasi via telepon kepada Palopo Pos Senin 19 Juli 2021, menyebutkan, saat ini dirinya sedang berada di RS St Madyang untuk menjalani perawatan pasca penganiayaan yang dialaminya yang dilakukuan oleh oknum pengelola tempat wisata di Bora.

Kejadian tersebut bermula saat rombongan keluarga Jumardin dari Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo rekreasi ke tempat wisata alam Bora yang berada di Jl. Bora, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo.

“Kemarin kejadian itu, Minggu 18 Juli 2021 sekitar pukul 14:30 Wita. Saat itu saya dengan keluarga bersiap untuk pulang, terus anak perempuan saya bersama istri saya pergi ganti pakaian di kamar ganti. Belum lama dikamar ganti, tiba- tiba anak saya teriak karena dia melihat ada handphone yang merekam dia saat mengganti pakaian dalam tempat ganti pakaian itu,” kata Jumardin.

Mendengar teriakan dari anaknya, ia pun segera mendatangainya dan anaknya bilang kalau ada yang merekamnya saat ganti pakaian. Mendengar hal tersebut, Jumardin langsung mencari pelaku yang melakukan itu hingga ke belakang tempat ganti pakaian. Namun di belakang tempat ganti pakaian itu, tidak ada satu pun orang disana. Berselang beberapa saat kemudian, muncul seorang pria dari dalam salah satu ruang kamar ganti itu.

Kamar ganti yang disiapkan pengelola ada tiga, dua kamar ganti ditempati istri dan anaknya. Terus pria itu keluar dari salah satu kamar ganti itu. ”Saat saya tanya ke pria itu siapa yang merekam anak saya, pria yang namanya Takdir dan mengaku anak pengelola tempat wisata itu, dia langsung marah. Saya dan Takdir saat itu sempat cek cok sehingga saya dianiaya oleh Takdir dan satu orang lagi temannya yang tidak saya kenal,” kata Jumardin menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang dialaminya kepada Palopo Pos, Senin 19 Juli 2021.

Atas kejadian penganiayaan tersebut, Jumardin mengalami sejumlah luka disekujur tubuhnya. Jumardin juga menyebutkan telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Palopo pasca kejadian.

“Saya sudah melapor ke Polres Palopo pasca kejadian. Saya dianiaya dua orang yang saya kenal hanya Takdir dan satunya saya tidak kenal. Luka yang saya alami, memar pada hidung tengah, luka memar pada pipi sebelah kiri dan memar pada bagian belakang sebelah kiri,” sebut Jardin yang suaranya terdengar menahan sakit.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Polres Palopo AKP Edi Sulistio, menyebutkan laporan korban tersebut telah diterima dan saat ini telah ditangani Unit Reskrim.

“Sementara di tangani di Unit Reskrim,” kata Edi Sulistio saat dikonfirmasi.

Dilansir dari media lain, hal itu dibantah pihak dari pengelola yang mengaku namanya Takdir. Menurutnya, apa yang diucapkan korban dugaan pelecehan dan pengeroyokan hanya kebanyakan direkayasa dan tidak sesuai fakta. Bahkan Muh Takdir mengaku, dia dipukul duluan dari Jumardin yang menuduh tanpa bukti.

“Jujur saya sendiri yang pukul Jumardin, karena dia yang duluan pukul kepala saya terus menuduh tanpa bukti, disini sebenarnya yang korban siapa pak?,” ungkapnya.

“Justru saya langsung datangi itu perempuan di depan pintunya waktu saya dengar teriakannya, saya bilang kenapa ki’, malahan saya yang diserang,” tutup Takdir. (cr1/ikh)