AMPI Jagokan Badawi Alwi Ketua DPRD

36
Badawi Alwi, Legislator Partai Golkar

*Kosogoro, AMPG Wajibkan Kader, 37 Kordes Siap Hengkang

MALILI--Organisasi sayap Partai Golkar mulai angkat suara terkait siapa yang paling layak menjadi Ketua DPRD dari 7 Legislator Partai Golkar Luwu Timur yang diusul, mengingat saat ini sudah berjalan 6 bulan kursi tersebut masih kosong.

Organisasi sayap Partai ini mengharuskan kader sebagai pengganti Amran Syam. Tidak hanya sayap Partai, melainkan juga Koordinator desa (Kordes), dimana sebanyak 37 Kordes mengancam untuk hengkang apabila yang dipilih bukanlah kader.

Salah satu organisasi sayap, yakni AMPI bahkan telah menyebut dari tujuh anggota DPRD Lutim dari Partai Golkar yang paling layak adalah, Badawi Alwi yang dijagokan memimpin DPRD Lutim. Alasannya, ia termasuk legislator senior. Sudah tiga periode mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Wotu dan Kecamatan Burau.

Hal tersebut diungkapkan mantan pengurus AMPI, Muh Rapi kepada Palopo Pos, baru baru ini. Menurutnya, untuk mengisi kursi Ketua DPRD Lutim yang kosong pascameninggalnya H Amran Syam, harus melihat senioritas kader.

Dan tak lepas dari Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) Golkar itu sendiri.

“Pak Badawi adalah sosok yang tepat jika Golkar merujuk ke AD/ART. Artinya melihat dari segi pengalaman, Pak Badawi merupakan salah satu kader terbaik Golkar di Lutim,” terang Rapi.

Tentunya Golkar tak ingin terpuruk seperti di Kabupaten Luwu. Dan sepertinya Golkar seperti kehilangan induk di Lutim atas meninggalnya tokoh Golkar. “Dan Pak Badawi bisa menjadi ikon Golkar di Lutim ke depan,” tandas Rapi.

Kosgoro Lutim sendiri enggan menyebut salah satu nama, namun berharap agar yang direkomendasi untuk menjadi Ketua DPRD itu harus dari kader. Organisasi sayap partai tersebut bahkan menilai rekomendasi yang dikeluarkan DPD I Partai Golkar Sulsel untuk calon ketua DPRD Lutim dianggap cacat aturan Partai Golkar itu sendiri, dan terkesan memaksakan kehendak.

“Seharusnya nama yang diusulkan betul betul kader murni Partai Golkar dan namanya masuk dalam struktur kepengurusan Partai Golkar Lutim,seperti, Heriyanti Harun, Najamuddin, Mahading, Badawi Alwi dan Wahidin Wahid sehingga bisa mengangkat harkat Partai Golkar lutim” Ujar Dandi, Sekretaris Kosgoro Lutim.

Senada dengan itu, Badan Saksi Partai Golkar Lutim, Hamril, juga mengatakan kalau yang pantas menjadi ketua DPRD madalah orang yang betul betul sudah lama mengabdi di Partai dan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Partai.

“Saya juga heran kalau ada nama yang diusulkan DPD I Golkar sulsel ke DPP Golkar sebagai calon ketua DPRD Lutim bukan kader Partai, padahal ada beberapa orang dari fraksi Golkar DPRD Lutim yang berasal dari kader murni Partai Golkar, harusnya diantara mereka yang diusulkan,” tandas Amril.

Organisasi sayap lainnya yakni AMPG Lutim ditambahklan Chaedir, untuk memajukan Partai Golkar terkhusus di Luwu Timur tentunya membutuhkan juga ketua DPRD yang memiliki marwah Partai Golkar, karena kepentingan politik di parlemen sangat dibutuhkan dalam setiap mengambil keputusan.

“Karena kalau ketua DPRD Lutim bukan dari kader partai bagaimana mungkin kebijakan kebijakan politik di parlemen dapat berjalan maksimal,pula bisa saja berimbas pada Partai Golkar Lutim kedepannya, terutama perolehan kursi di parlemen pada pileg mendatang tidak lagi sesuai dengan harapan,”pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator desa (koordes) tabaroge kecamatan wotu Partai Golkar, Rasidi, mengancam untuk hengkang dari Partai DPD I Golkar sulsel jika tetap memaksakan yang bukan dari kader partai Golkar Lutim untuk menjadi ketua DPRD.

“Kalau tetap dipaksakan terpaksa kami dari koordes Partai Golkar Lutim akan ramai ramai mundur dari Golkar,”tukasnya.
Disebutkan sudah ada sekitar 37 Kordes Partai Golkar Lutim siap hengkang dari Partai Golkar apabila buka kader yang dipilih.(tan-ald)