Unifa Peringkat Kedua PTS Terbaik di Indonesia Timur, Rektor: Ini Kado Istimewa Jelang Milad 8 Agustus Mendatang

36

PALOPOPOS.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Fajar (Unifa) Makassar kembali meraih prestasi. Yakni, salah satu perguruan tinggi (PT) terbaik di Makassar ini naik peringkat.

Unifa kini berada di rangking 157 PT Indonesia yang mana periode lalu hanya mampu bertengger di peringkat 358.

Selain itu, Unifa juga kini berada di rangking 2 PTS di Indonesia Timur versi Webometrics. Hanya satu strip dari Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Rektor Unifa Makassar, Dr Mulyadi Hamid, mengaku ini adalah kado manis menjelang Milad ke-12 Unifa yang jatuh pada 8 Agustus 2020.

“Semoga dengan adanya perubahan peringkat versi Kemendikbud ini, kami bisa terus berbenah menjadi lebih baik ke depannya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Sekaligus berterima kasih kepada seluruh civitas akademika dan karyawan atas kerja kerasnya sehingga bisa terus memperbaiki peringkat Unifa,” ungkap Mulyadi.

Ia menambahkan capaian ini tidak lepas dari kinerja publikasi dosen dan aktivitas digital yang memang semakin dimassifkan.

“Karena salah satu program transformasi Unifa. Ini sekaligus sebagai kado istimewa bagi milad Unifa ke 13 pada tanggal 8 Agustus nanti,” kata kolumnis Harian FAJAR Makassar itu.

Rektor mengungkapkan, dari versi Webomatrics, Unifa berada di 32 terbaik PTS (Perguruan Tinggi Swasta) seluruh Indonesia. Dengan ranking 108 seluruh PT (perguruan tinggi) di Indonesia, termasuk PTN.

“Kita memang berupaya mendorong semua dosen meningkatkan publikasi ilmiahnya dan meningkatkan citasi artikel ilmiah yang menjadi salah satu indikatir penting webometrics. Di samping itu selalu kita upayakan untuk menggunakan platform digital dalam berkomunikasi dengan semua stakeholders,” pungkas mantan komisioner Ombudsman Makassar itu.

Apa saja kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics?

Dilansir laman Webometrics, ada 4 indikator yang digunakan dalam penilaian untuk pemeringkatan PTS dan PTN:

1. Presence (bobot 5%) Kriteria ini merupakan jumlah halaman website dari domain web utama–termasuk seluruh subdomain yang ada di perguruan tinggi. Sumbernya dari Google.

2. Visibility (bobot 50%) Visibility merupakan jumlah eksternal link unik yang terhubung ke domain web perguruan tinggi (dinormalisasi dan kemudian nilai rata-rata). Sumber datanya dari Ahrefs Majestic.

3. Transparency/Openness (bobot 10%) Kriteria ini merupakan jumlah kutipan dari 210 penulis teratas. Datanya bersumber dari Google Scholar.

4. Excellence or Scholar (bobot 35%) Kriteria ini merupakan jumlah 10 persen makalah teratas yang paling banyak dikutip dari masing-masing 26 disiplin ilmu, dilihat dari seluruh database untuk periode 5 tahun (2014-2018). Sumbernya dari Scimago.

Mengenal Webometrics Webometrics merupakan sistem perankingan perguruan tinggi se-dunia berbasis website yang didirikan sejak 2004.

Lembaga ini menerbitkan peringkat universitas setiap 2 kali setahun, yaitu pada Januari dan Juli. Pada lamannya, Webometrics menekankan bukan melakukan pemeringkatan website universitas, tetapi melakukan pemeringkatan universitas berdasarkan data website-nya.

“Peringkat Webometrics suatu universitas sangat terkait dengan volume dan kualitas konten yang diterbitkannya di web,” tulis keterangan di lamannya.

Menurut Webometrics, kehadiran dan visibilitas web dapat dijadikan indikator kinerja global sebuah universitas. Webometrics bermaksud memotivasi lembaga dan akademisi untuk menghadirkan website yang mencerminkan aktivitas mereka secara akurat.

Selain itu juga untuk meningkatkan transfer pengetahuan ilmiah dan budaya secara signifikan dari universitas ke masyarakat.

Akan tetapi, tujuan dibuatnya Webometrics bukan untuk mengevaluasi situs web, desain web, kegunaannya, atau popularitas konten dengan jumlah kunjungan web.

Pemeringkatan di Webometrics dilakukan oleh Cybermetrics Lab, kelompok penelitian milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan penelitian publik terbesar di Spanyol.

Sementara itu, para editornya adalah para ilmuwan yang bekerja di satu lembaga penelitian publik kelas dunia dengan pengalaman panjang dalam evaluasi yang dipandu metrik. (rls/pp/uce)