Pengurus Golkar Lutra Surati Taufan Pawe

14
ILUSTRASI

*Belum Ada Jadwal Musda

MASAMBA – Jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara hingga kini belum jelas. Padahal, proses pendaftaran calon telah lama dilakukan.

Menyikapi ketidakpastian jadwal ini, Partai Golkar Luwu Utara melayangkan surat penyampaian kesiapan melaksanakan musda kepada DPD I Partai Golkar Sulsel pimpinan Taufan Pawe.
Surat kesiapan Partai Golkar Luwu Utara ini ditandatangani oleh Plt Ketua Arifin Junaidi dan Plt Sekretaris Amir Makhmud pada tanggal 22 Mei 2021.

Dalam surat nomor 030/DPD-II/PG/LU/V/2021, Partai Golkar Luwu Utara meminta kepada DPD I untuk segara menetapkan jadwal musda sesuai dengan yang diinginkan.
Arifin Junaidi mengatakan, tahap penjaringan bakal calon ketua dan penetapan calon/formatur Partai Golkar Luwu Utara dilaksanakan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

“Serta peraturan organisasi terkait Juklak DPP Nomor Juklak-02/DPP/GOLKAR/II/2020 tentang Perubahan Juklak-4/DPP/GOLKAR/XIII/2015 tentang Musda Partai Golkar,” kata Arifin pada saat dikonfirmasi, Senin 14 Juni 2021.

Diketahui, perebutan kursi ketua Partai Golkar Luwu Utara memanas. Pertarungan perebutan kursi ketua partai berlambang pohon beringin ini mempertemukan bupati Indah Putri Indriani dengan mantan bupati Arifin Junaidi (Arjuna).
Keduanya sama-sama berambisi memimpin partai pemilik kursi terbanyak di DPRD Luwu Utara.

Pertarungan Indah vs Arjuna tidak terhindarkan setelah keduanya mendaftarkan diri. Pada pendaftaran calon Ketua Partai Golkar Luwu Utara sebelum lebaran lalu.
Sebagaimana diketahui, baik Indah maupun Arjuna sama-sama harus mengantongi diskresi dari DPP.

Sebab keduanya belum genap lima tahun berstatus kader partai.
Dimana salah satu aturan internal Partai Golkar menyebutkan setiap kader yang ingin menjadi ketua baik di tingkat DPD I ataupun DPD II minimal telah berstatus kader partai 5 tahun.
Khusus Arifin, kendati orang lama, dirinya pada 2019 meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan PAN.

Bahkan Arifin mendapat jabatan majelis penasehat partai dan mendaftarkan dirinya untuk caleg DPR RI di PAN. Adapun Indah juga belum genap lima tahun berstatus kader Partai Golkar.

2019 lalu bupati perempuan pertama di Sulsel ini masih berstatus kader Partai Gerindra.
Ia bahkan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara.(jun/rhm)