Pemilih TMS di Sulsel Capai 1.982 Orang, Luwu Berkurang Paling Banyak

30
Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel, Uslimin.

* Hasil PDPB KPU Periode Mei 2021

PALOPOPOS.CO.ID, MAKASSAR– Pemilih di Kabupaten Luwu di antara kabupaten/kota yang ada di Sulsel, ternyata paling banyak yang berkurang, yakni Luwu, 255 pemilih.

Ini berdasarkan hasil Rekapitulasi Hasil Pemutakhiran Data Pemilih secara Berkelanjutan untuk Provinsi Sulsel, yang ditetapkan KPU Sulsel, Selasa, 8 Juni 2021.

Menurut Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel, Uslimin, Rabu, 9 Juni 2021, total pemilih di Sulsel di 24 kabupaten/kota, tercatat hingga 31 Mei 2021 sebanyak 6.203.428. Rinciannya, laki-laki 3.009.659 dan perempuan 3.193.769 pemilih.

Menurutnya, sepanjang periode Mei 2021, pemilih baru tercatat sebanyak 3.240 orang dengan rincian lakilaki 1.639 pemilih dan perempuan sebanyak 1.601 pemilih.

Di lain pihak, katanya, hasil pemutakhiran sepanjang Mei 2021 diketahui pula bahwa terdapat 1.982 pemilih yg telah masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) alias dicoret dari DPB (Daftar Pemilih Berkelanjutan). Rinciannya; 1.023 lakilaki, dan 959 perempuan.

Dari 1.982 pemilih TMS di Mei 2021, 1.906 di antaranya diketahui telah meninggal dunia. Teridentifikasi ganda sebanyak 83 orang, pindah domisili sebanyak 789 orang. Di antaranya, 638 di Luwu, 73 di Soppeng, 35 di Bone, 16 di Palopo, sembilan di Lutra dan Sinjai, enam di Toraja Utara, dua di Enrekang, serta satu di Bantaeng. Sementara itu, yang beralih status menjadi TNI tujuh orang. Kabupaten Gowa lima orang dan masing-masing satu orang di Maros dan Pangkep), dan beralih status menjadi anggota Polri sebanyak tiga orang. Satu di Gowa dan dua di Enrekang, serta diketahui bukan lagi sebagai penduduk setempat sebanyak empat orang.

Uslimin menjelaskan, secara keseluruhan, dibandingkan hasil DPB April sebelumnya dengan DPB yang pleno penetapannya berlangsung di aula KPU Sulsel, kemarin siang, terdapat penambahan 1.258 pemilih dari total pemilih sebelumnya (April 2021) yang tercatat di angka 6.202.170 pemilih menjadi 6.203.428.

Meski secara total terdapat peningkatan 1.258 pemilih, namun dari data yang diterima KPU Provinsi, 10 kabupaten/kota diketahui mengalami penurunan jumlah pemilih dari April. 14 lainnya meningkat.

Kesepuluh kabupaten/kota yang pemilihnya berkurang itu adalah Selayar, Takalar, Gowa, Sinjai, Pangkep, Barru, Sidrap, Luwu, Luwu Utara, dan Makassar.

Dari 10 kabupaten/kota tersebut, daerah terbesar penyusutan pemilihnya adalah Luwu. Mencapai 255 pemilih, kemudian disusul Gowa 158 pemilih, Sinjai 143 pemilih, dan Barru 120 pemilih.

Sebaliknya, dari 14 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan jumlah pemilih dibanding April sebelumnya yang masuk empat besar adalah Bantaeng 880 pemilih, disusul Pinrang 362 pemilih, dan Lutim 249 pemilih serta Toraja Utara 221 pemilih.

Pleno Penetapan Rekapitulasi DPB tingkat Sulsel dipimpin langsung Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir dan dihadiri oleh komisioner lainnya serta diikuti oleh semua pejabat struktural di Sekretariat KPU Sulsel.

Menurutnya, daftar pemilih baru dan pemilih TMS, segera diumumkan oleh KPU Sulsel melalui papan pengumuman di kantor, website KPU Provinsi (sulsel.kpu.go.id), serta di media sosial resmi KPU Sulsel.

”Bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam DPB periode Mei 2021, atau mengetahui ada pemilih yang sudah TMS (meninggal dunia, telah menjadi TNI/Polri, pindah domisili, bukan penduduk setempat, dan hak pilihnya dicabut) dapat menyampaikan masukannya (tanggapan) di kantor-kantor KPU Kabko se Sulsel atau kantor KPU Provinsi pada hari dan jam kerja. Begitu pula jika mau mengubah data yg sebelumnya tercatat dalam di DPB,” pungkasnya. (rls/uce)