Koperasi yang Terdaftar di Palopo 292, Duh! yang Aktif Hanya 69

28
Plt Dinas Koperasi dan UKM Kota Palopo, Asmuradi Budi ST MM bersama para Kabid saat memberikan keterangan pers di Kantornya, Rabu, 16 Juni 2021. --aldy/palopopos--

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Dinas Koperasi dan UKM Kota Palopo mendorong koperasi yang ada untuk dinyatakan sehat. Minimal, koperasi yang tidak aktif bisa kembali aktif dan beroperasi sebagaimana mestinya.

Hal itu disampaikan, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palopo, Asmuradi Budi ST MM saat ditemui di kantornya, Rabu, 16 Juni 2021.

“Kita ingin mendorong agar koperasi yang ada itu beroperasi dengan sehat, minimal koperasi yang tidak aktif bisa kembali aktif,” kata Asmuradi kemarin.

Pasalnya, katanya, di Kota Palopo hanya beberapa koperasi yang berkategori sehat yakni menjalankan unit usaha sebagai simpan pinjam. Ada juga koperasi yang hanya nama saja, namun tidak aktif.

”Koperasi yang terdata itu banyak, ada sekitar 292 unit yang terdiri dari berbagai jenis usaha, namun ternyata yang aktif hanya 69 unit, ini yang mau kita rapikan nanti,” katanya.

Pasalnya, di Koperasi yang aktif itu ada nama keanggotaan.
“Untuk merapikan itu agar anggota koperasi terlindungi dan juga koperasi bisa berjalan dengan baik sebagaimana koperasi,” jelasnya.

Diungkapkan, banyak data koperasi yang tertera di database namun tidak jelas keberadaannya. “Bayangkan, masih ada koperasi yang badan hukumnya dibuat sejak tahun 1997-1998, itu masih ada, sementara kita tidak pernah lihat, saya kira itu yang akan kita telusuri untuk kembali mengaktifkan, atau sekaligus menganjurkan untuk menutup saja,” sebutnya.

Selain itu pihaknya berupaya untuk membangun mindset, ia mengibaratkan koperasi ini adalah sebuah perusahaan yang harus tetap sehat.

“Kita akan melakukan berbagai macam pendekatan kepada koperasi untuk menjadikan koperasi yang ada di Kota Palopo menjadi sehat, misalnya juga yang belum RAT kita kasih RAT agar kelembagaan mereka bisa aktif kembali,” tuturnya.

Pihaknya akan fokus ke keaktifan koperasi. “Kita tidak fokus menambah jumlah koperasi, paling tidak ada 5 sampai 10 koperasi yang bisa kembali aktif dan menjadi koperasi yang sehat,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Koperasi dan UMKM melakukan fasilitasi Koperasi untuk meningkatkan Permodalan dengan membuka keitraan dengan pembiayaan BUMN.(aldy)