Kajari Warning Kepala Sekolah Gunakan Anggaran Tepat Sasaran

17
Kajari Luwu, Erny Veronica Maramba memberikan penyuluhan hukum penyuluhan hukum juknis BOS dan RKAS di SDN 227 Larompong, Selasa, 15 Juni 2021.--ft: istimewa--

BELOPA-– Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu, Erny Veronica Maramba mewarning kepala sekolah (Kepsek) untuk bekerja sesuai regulasi. Kalau minta sumbangan, wajib dimusyawarahkan dengan orang tua siswa.

“Jika ada kebijakan permintaan sumbangan sukarela, wajib terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan seluruh komponen sekolah seperti kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Karena namanya sukarela berarti sesuai kemampuan tanpa ada paksaan,” tegas Erni pada Penyuluhan Hukum Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional (BOS) Reguler dan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) di SDN 227 Larompong, Selasa, 15 Juni 2021.

Penyuluhan ini diikuti kepala SD, bendahara BOS, serta pengelolaan keuangan negara lainnya dari Kecamatan Larompong Selatan, Larompong, Suli Barat, dan Suli.

“Kehadiran kami disini karena rasa sayang, bangga dan terima kasih kepada guru. Kita semua bisa seperti ini karena jasa, dedikasi dan pengabdian Bapak dan Ibu Guru, jadi sudah seharusnya kita semua melakukan yang terbaik dalam segala hal,” ucap Erny.

Kajari Luwu yang hadir bersama Jainuardy Kasi Intel, secara gamblang uraikan tugas pokok Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dan berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Semua anggaran harus tepat sasaran, tepat guna dan tepat mutu dan jangan sampai melakukan perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian negara. Kejaksaan kini lebih kedepankan sikap humanis juga tindakan preventif dan persuasif,” jelasnya.

Kajari menegaskan sejak perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penggunaan keuangan negara senantiasa berpedoman pada petunjuk teknis pelaksanaan (regulasi) termasuk pula dalam pengadaan barang sistem E-katalog serta pengadaan langsung berdasarkan harga standar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam itu dan dibuka oleh Kadisdik Hasbullah menegaskan jika kegiatan sejenis diikuti pula Kepala SD dan akan berlangsung beberapa titik.

“Kami bagi per wilayah dan terpisah antara jenjang SD sebagai wujud kepatuhan pada protokol kesehatan, 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi,” pungkasnya. (fan/ikh)