Polisi Sudah Mengendus Pembuang Bayi di Palopo

45
Nampak kardus tempat bayi dibuang di teras TPA Ceria, Perumahan Gayatri, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. --himawan arfah--

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Upaya pihak kepolisian dalam proses penyelidikan pelaku penelantaran bayi di salah satu rumah warga di Perumahan Gayatri, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, tepatnya di depan teras rumah Tempat Pengajian Anak (TPA) Tahfiz Ceria 31 Mei lalu, mulai menunjukkan titik terang. Polisi menyebut sudah ada pihak yang dicurigai dan sedang dalam pencarian.

Hal tersebut diungkap Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Andi Aris Abubakar, SH, MH melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Ipda Majid Maulana, SH saat di temui di ruang kerjanya, Jumat 4 Juni 2021.

“Terhadap pelaku penelantaran bayi itu, masih terus kita lakukan penyelidikan dan bisa dikatakan sudah mulai ada titik terang,” ungkap Majid .

Meski kasus penelantaran bayi tersebut lanjut perwira satu balok di pundaknya tersebut, mengatakan bahwa kasus tersebut masuk ke delik aduan bukan delik umum.
“Penemuan bayi oleh warga itu, merupakan delik aduan, karena bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup dan sehat. Beda dengan kasus penemuan bayi di sungai Luwu Utara yang diberitakan itu, merupakan delik umum dan untuk kasus ini sendiri, sebenarnya kami juga menunggu warga untuk melaporkan penelantaran bayi itu sejak dari awal ditemukannya. Namun meski demikian, kami akan tetap mencari pelaku,” lanjutnya.

Sebelumnya juga telah diberitakan, pihak kepolisian Polres Palopo telah bekerja sama dengan tim kesehatan (bidan) mengenai pengumpulan data ibu hamil yang bertujuan mengungkap pelaku penelantaran bayi malang tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Bidan Pustu Kelurahan Salekoe, Asmiati, menyebutkan jumlah ibu hamil di Kelurahan Salekoe yang didatanya khusus usia kandungan menjelang persalinan, ada sebanyak 40 orang selama periode Januari-Juni 2021.

Dimana sudah melahirkan sebanyak 10 perempuan di Mei 2021, lalu.
“Saya rasa pelakunya bukan dari Kelurahan Salekoe, karena setiap ibu hamil di wilayah tugas saya itu, selalu saya pantau dan bahkan saat mereka melahirkan meski di kampungnya, saya tetap pantau melalui telepon dengan menanyakan apakah mereka sudah melahirkan. Dan alhamdulillah ibu hamil yang datanya ada sama saya itu, masih aman aman dan sehat semua,” kata Asmiati.(cr1/idr/t)