Hari Lahir Pancasila Momentum Bangkitkan Nasionalisme

48

Penulis : Sartika Muchtar ( alumni Pasca Sarjana UMI Makassar )

MEMPERINGATI hari lahir Pancasila 1 Juni 2021, merupakan momentum penuh sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bangsa yang kuat dan kokoh dengan beragam suku adat istiadat, bahasa, budaya yang menyatu dalam Bhinneka Tunggal Ika yang dimaknai sebagai perbedaan namun satu tujuan .

Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara seyogyanya menjadi Pilar yang terus tumbuh subur dalam benak seluruh generasi anak bangsa, kecintaan harusnya menyatu dalam jiwa dan sanubari setiap insan masyarakat Indonesia. seiring waktu Peringatan Hari lahir Pancasila mempertontonkan betapa seluruh elemen wajib untuk menjunjung nilai – nilai yang ada di dalamnya yang tidak hanya diresapi sebagai momentum yang bersejarah namun diwujudkan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

jika nilai – nilai luhur Pancasila diaplikasikan dalam kehidupan maka kemakmuran dan kedamaian akan menghiasi kehidupan seluruh anak negeri, takkan ada celah untuk segala tindak radikalisme dan perbedaan paham yang menyebabkan perselisihan. Dalam beberapa tahun terakhir radikalisme dan tindak – tindak terorisme telah berkembang di tanah air yang ini berarti terjadi ancaman dan goyahnya jiwa Nasionalisme anak bangsa, paham – paham yang menyimpang mudah menggerogoti jiwa anak negeri, lalu mengapa hal ini tak menjadi kekuatiran besar ? bukankah hal ini justru akan menggerus Nasionalime bila tak segera ditemukan formula untuk menmabl celah masuknya doktrin – doktrin negatif.

lima dasar negara yakni, Ketuhanan yang maha esa , kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dimpimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusawaratan dan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh Indonesia merupakan sila – sila yang sempurna dalam menekankan tatanan kehidupan berbangsa , bernegara dan bermasyarakat.

momentum peringatan hari lahirnya Pancasila harusnya menjadi cambuk bagi seluruh elemen masyarakat utamanya generasi muda untuk memupuk patriotisme, jiwa Nasionalisme yang tidak sekedar menjadi peringatan seremonial belaka, yang tidak hanya sebagai pemanis kehidupan dalam setiap hafalan sila- silanya melainkan menanamkannya dalam sanubari sebagai kebanggaan, panutan hidup serta melaksanakan nilai- nilainya dalam kehidupan . (*)