2024, BP Tapera Target 13 Juta Peserta

5
HUNIAN ASRI. Sejumlah anak-anak bermain di kompleks perumahan subsidi di Kelurahan Sampoddo, Kota Palopo, Rabu 16 Juni 2021. BP Tapera menargetkan tahun 2024, peserta Tapera sebanyak 13 juta orang. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

JAKARTA — Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) target mendapat sebanyak 13 juta peserta pada tahun kelima pelaksanaan atau di 2024. Sejauh ini ada sekitar 4,2 juta peserta eks Bapertarum-PNS yang nantinya akan menjadi peserta awal program Tapera.

Deputi Komisioner Bidang Pengeraham Dana BP Tapera, Eko Arianto,mengatakan BP Tapera juga telah memetakan berapa sebenarnya potensi peserta BP Tapera untuk 5 tahun ke depan.

“Kami sudah mendapat arahan dan persetujuan komitmen dalam Renstra yang telah ditetapkan, bahwa dalam 5 tahun periode pertama BP Tapera beroperasi sampai 2024, target kami sekitar 13 juta peserta,” terangnya dalam sesi teleconference, Jumat (5/6/2021).

Eko menjelaskan, pemungutan iuran dalam program Tapera memakai azas gotong royong. Dalam hal ini, seluruh pekerja saling membantu para pekerja kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau yang belum mempunyai rumah untuk memiliki hunian sendiri.

“Azas gotong royong yang juga disampaikan dalam pengembangan Tapera ini adalah melengkapi sistem jaminan sosial. Maka azas gotong royong pula yang jadi landasan beroperasi BP Tapera,” jelasnya.

2024, BP Tapera Target 13 Juta Peserta

BANGUN RUMAH. Pekerja sedang membangun rumah subsidi di Perumahan Sampoddo Permai di Kelurahan Sampoddo, Rabu 16 Juni 2021. BP Tapera menargetkan tahun 2024, peserta Tapera sebanyak 13 juta orang. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

Pada tahap awal, BP Tapera akan berfokus mengalihkan 4,2 juta peserta eks-Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) hingga 2021. Kemudian, BP Tapera akan fokus melayani ASN dan mengalihkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 2022.

Setelahnya, BP Tapera akan melakukan perluasan kepesertaan pada kelompok pegawai BUMN, BUMD, BUMDes, serta TNI/Polri hingga 2023.

“Seterusnya akan masuk ke sektor swasta, termasuk di dalamnya kelompok pekerja mandiri dan pekerja informal. Ada sebagian WNA yang nanti juga wajib menjadi peserta dengan persyaratan sudah bekerja selama minimal enam bulan,” kata Eko.

Menurut Eko, program Tapera bakal mengguankan azas gotong royong. Dengan demikian, seluruh pekerja dapat saling membantu peserta lain yang belum memiliki rumah pertama atau masuk kategori berpenghasilan rendah. Meski demikian, dia meminta para pekerja tak perlu khawatir tidak mendapatkan manfaat saat mengikuti program Tapera.

Eko menjelaskan, para pekerja tetap akan mendapatkan manfaat berupa tabungan dan pemupukannya. Hal tersebut dapat diambil ketika para pekerja telah memasuki masa pensiun.

Ditambahkan Komisioner BP Tapera Adi Setianto, para pekerja yang telah memiliki rumah juga dapat melakukan pinjaman untuk renovasi. Bagi para pekerja yang telah memiliki tanah, mereka dapat melakukan pinjaman untuk membangun rumahnya. Nantinya, dana pinjaman itu bakal disalurkan dari perbankan dan lembaga keuangan non-bank lainnya.

“Silakan mengajukan nanti penyalurannya lewat bank atau lembaga pembiayaan perumahaan. Tugas kami hanya dari sisi penyediaan likuiditas,” kata Adi.(idr)