Sudah Transfer “Panai” Rp17 Juta, Belum Pernah Bertemu

13517
PENIPUAN. ER (baju kuning), warga Batusitanduk, Walenrang diamankan di Polsek Wara Selatan atas kasus penipuan terhadap seorang pria asal Sendana, Palopo yang telah memberinya mahar Rp17 juta untuk dinikahi. RIAWAN/PALOPO POS

* Pria Palopo Ditipu Calon Istri Asal Batusitanduk

Kejahatan penipuan sekarang sudah banyak caranya. Bukan lagi mama minta pulsa, tetapi, sampai ke jenjang pernikahan juga bisa dipermainkan. Inilah yang menimpa seorang pria asal Sendana, Kota Palopo. Ia ditipu calon istrinya.

RIAWAN DJUNAID, PALOPO

Biasanya kita mendengar seorang wanita yang ditipu dari pria dengan janji ingin dinikahi. Namun berbeda dengan kasus kali ini. Dimana seorang pria warga asal Kelurahan Sendana, Kota Polopo, J (26) yang bekerja di salah satu perusahaan tambang di Morowali, menjadi korban penipuan seorang wanita ER (31) asal Walenrang (Batusitanduk), Kabupaten Luwu, dengan modus pelaku yang siap dinikahi oleh korban.

Meski keduanya selama ini belum pernah ketemu, dan hanya berkenalan menjalin komunikasi via telefon serta via WhatsApp, tetapi korban sudah sangat yakin dengan bujuk rayuan ER. Akhirnya si pria pun akhirnya bertekuk lutut digombal cewek usia 31 tahun ini.

Lantaran sudah “mabuk” cinta dari ER, J bahkan sampai rela mentransferkan uang hasil bekerjanya di Morowali sekira Rp17 juta.

Uang tersebut dikirim J katanya sebagai mahar untuk rencana menikah dengan ER. Karena pelaku dan korban sepakat akan menjalin hubungan ke jenjang pelaminan.
Hari lamaran sudah tiba, J yang rela datang dari Morowali ke Palopo berkali-kali mencoba menghubungi pelaku ER, tetapi, ER selalu beralasan dan menghindar.

Merasa dirinya telah ditipu oleh wanita yang diketahui, awalmula berkenalan melalui media sosial Facebook tersebut, J pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Wara Selatan, Jumat 21 Mei 2021, pekan lalu.

Kapolsek Wara Selatan Iptu Marten saat ditemui di kantornya, Kamis 27 Mei 2021, mengatakan pelaku penipu yang sempat mengaku warga Bone tersebut, tapi ternyata merupakan warga Batusitanduk, Walenrang itu telah diamankan oleh personelnya guna proses lebih lanjut.

Kapolsek menjelaskan, pelaku ini kenalan dengan korban melalui media sosial Facebook pada November 2020, kemudian pada Januari 2021 lalu, pelaku dan korban menjalin hubungan asmara.

“Setelah jadian, komunikasi keduanya dilanjut ke telefonan dan juga chat via WhatsApp. Sehingga karena korban yang sudah merasa nyaman dengan pelaku, korban pun mengutarakan niatnya ingin menikahi pelaku dan pelaku pun memberi syarat salah satunya mengirim uang mahar Rp17 juta sebagai bentuk keseriusan. Namun setelah uang tersebut dikirim, pelaku yang selalu dihubungi oleh korban, selalu menghindar dan menjauhi korban,” kata Iptu Marten.

Lanjut Kapolsek, pelaku ER menggunakan akun facebook lebih dari satu.

“ER ini berkenalan dengan korban mengunakan akun Facebook Aisa Padilla, terus dia juga memiliki akun Facebook atas nama Bunga Putri Melani. Kedua akun tersebut berteman di media sosial Facebook padahal yang mengendalikan kedua akun itu cuman satu orang ialah pelaku sendiri.

Kemudian kedua akun yang dikendalikan oleh pelaku, sering chat dengan korban dan memperkenalkan korban kepada seorang teman wanita atas nama Emil yang katanya cantik padahal Emil ini nama samaran dari pelaku,” lanjutnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, ER dikenakan Pasal ITE 45 A ayat 1, Pasal 28 ayat 1 UU no.11 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 378 KUHP. (*/idr)