Sempat Ditandu Sejauh 20 KM, Pasien dari Rampi Dirujuk ke Palopo

274
Nampak Pasien Dina Da'a Warga Bangko Kecamatan Rampi Kab Luwu Utara terpaksa ditandu keluarganya untuk mendapatkan Pengobatan di Puskesmas terdekat yang berada di Kecamatan Rampi. --ist--

PALOPOPOS.CO.ID, RAMPI– Dina Da’a Warga Bangko Kecamatan Rampi Kab Luwu Utara terpaksa ditandu keluarganya untuk mendapatkan Pengobatan di Puskesmas terdekat yang berada di Kecamatan Rampi.

Dina ditandu keluarganya lantaran akses jalan dari desa tempat tinggal Dina menuju Puskesmas yang berada di Ibukota Kecamatan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Setelah 75 tahun Indonesia merdeka ternyata masih saja ada Daerah Terisolir di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan, masih merasakan pahitnya penderitaan berjalan kaki sambil menggotong warga yang sakit,” ujar Frans, Tokoh Pemuda Rampi.

Sempat Ditandu Sejauh 20 KM, Pasien dari Rampi Dirujuk ke PalopoFrans mengatakan, akses jalan di daerahnya memang belum mamadai, bahkan beberapa bulan lalu ada mayat juga ditandu sejauh 45 kilometer untuk dimakamkan.

“Dina Da’a menderita sakit sehingga terpaksa harus ditandu sejauh 20 kilometer untuk sampai ke Puskesmas Rampi demi mendapatkan perawatan yang intensif pada Selasa 12 Mei 2021.” ujarnya.

Rampi merupakan daerah Pelosok yang sangat tertinggal dibandingkan daerah lain yang ada di Luwu Utara. Akses jalan yang tidak tersentuh pembangunan hingga saat ini menjadi kendala warga Rampi umumnya.

Sempat Ditandu Sejauh 20 KM, Pasien dari Rampi Dirujuk ke PalopoSementara Warga Rampi , Freddy Erenst berharap Pemerintah Daerah Luwu Utara memprioritaskan pembangunan Infrastruktur untuk daerah Pelosok Rampi sehingga warga tidak kesulitan ketika ada yang sakit.

“Rampi masih sangat tertinggal karena akses transportasi darat yang tidak dibangun,” katanya.

Ia menuntut janji pembangunan akses jalan oleh Pemerintah segera direalisasikan. “Kami selalu dijanjikan pembangunan jalan saat perhelatan politik janji mereka para calon Kepala Daerah, namun sayangnya tidak direalisasikan saat terpilih. Ini kendala utama yang dapat menghambat pelayanan kesehatan dan pendidikan serta perekonomian masyarakat karena akses jalan yang tidak diperhatikan oleh pemerintah,” harapnya.

Sempat Ditandu Sejauh 20 KM, Pasien dari Rampi Dirujuk ke PalopoSalah seorang pejabat di Kecamatan Rampi, Musriyamin SE mengaku warga Bangko tersebut sudah menjalani perawatan yang lebih baik, bahkan melalui Camat Rampi, Dina sudah dirujuk Ke Rumah Sakit Pakopo.

” Pak Camat langsung membesuk warganya di Rumah Sakit Andi Djemma, bahkan Pak Camat meminta agar pasien itu segerah rujuk ke Palopo, dan Alhandulillah saat ini Sudah di Palopo untuk perawatan lebih lanjut,” Tukas Musriyamin.

Pasien itu kata Musriyamin memang sempat dirawat di Puskesmas Rampi, lalu kemudian diterbangkan ke Masamba, dan lanjut ke Pakopo.(mahmuddin)