Ratusan Petugas Gabungan Siap Jaga Perbatasan

83

* Antisipasi Masuknya Pemudik

PALOPO — Pemerintah menginstruksikan larangan mudik lebaran tahun ini. Langkah tersebut diputuskan, sebagai upaya untuk menekan penyebaran wabah virus Covid-19.
Penyekatan di setiap akses masuk tiap daerah atau kota mulai dilakukan, 6-17 Mei 2021, secara ketat. Dijaga petugas gabungan.
Pintu masuk ke Kota Palopo juga akan didirikan pos penyekatan, mengantisipasi masuknya pemudik.

Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas melalui Kasubag Humas AKP Edi Sulistio saat dikonfirmasi, menyebutkan untuk di Kota Palopo, jelang lebaran, penjagaan yang akan dimulai pada 6-17 Mei. Ada empat pos disiapkan yang dijaga ratusan personel gabungan.

“Personel yang dilibatkan kurang lebih 200 orang, terdiri dari TNI, Polres Palopo, Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan dan Sekom. Personel itu nantinya, akan dibagi ke empat pos penjagaan yaitu di pintu masuk sebelah Utara Kota Palopo di sekitaran SPBU Padang Alipan, di Hypermart, Pusat Niaga Palopo (PNP) dan sekitar SPBU Sampoddo,” kata Edi Sulistio.

Luwu

Sementara itu di Kabupaten Luwu, Keuta Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Luwu AKBP Fajar Dani Susanto terhadap larangan mudik, pihaknya mengawal maksimal kebijakan tersebut. Salah satu yang konsen kami laksanakan saat ini adalah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan berbasis desa.

Fajar mengatakan, Satgas Covid-19 tingkat desa lebih diaktifkan untuk melaporkan ke kecamatan, kemudian ke kabupaten, jika ada aktivitas mudik.

“Larangan mudik inikan secara masif. Yang dibutuhkan sebetulnya adalah kejujuran dan tanggung jawab. Masyarakat harus jujur jika ada yang ditemukan mudik atau pulang kampung, maka harus melaporkan diri. Mereka yang datang dari rantau, harus melaporkan diri dan dicatat tim Satgas. Bahkan kita minta untuk tes antigen Covid-19. Jika negatif harus tetap di karantina minimal 5 hari. Kalau terbukti positif Covid-19 harus ditangani oleh pemermtah daerah,” ungkap Fajar.

Fajar mengatakan, saat ini Kabupaten Luwu masuk zona hijau, dimana sudah minim kasus warga yang terinfeksi virus corona, namun tetap waspada menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hanya saja untuk menjaga secara ketat pintu masuk perbatasan Kabupaten Luwu dengan daerah tetangga, hal itu tidak dilakukan, karena hal tersebut justru meningkatkan risiko penularan bagi petugas.

“Kami sudah rapat dengan instansi terkait. Dalam kaitan wilayah Luwu saat ini masuk zona hijau, kita sepakati di wilayah perbatasan masuk tidak dilakukan penjagaan dengan menggunakan sekat pos yang begitu ketat.

Fajar mengatakan, untuk penjagaan dan pengawasan aktivitas mudik menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah tetap dilaksanakan di wilayah hukum Polres Luwu, dengan menerjunkan sekitar 204 personel petugas gabungan di antaranya Polres Luwu 100 orang, TNI 30 orang, BPBD Luwu 20 orang, Satpol PP 30 orang, tenaga medis dinas kesehatan Luwu sebanyak 24 orang.

Lutra

Di Lutra, sebanyak 120 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD dan Dinkes diterjunkan dalam mengamankan pos penyekatan nantinya.
Polres Luwu Utara menyiapkan 3 pos. Di antaranya Pos Pelayanan di Tugu Monumen Masamba Affair, serta 2 pos penyegatan di perbatasan Selatan dan Utara. Yakni, di Bungadidi, Kecamatan Tanali, dan di Desa Mari-mari, Kecamatan Sabbang. Demikian diungkapkan Kabag Ops Polres Luwu Utara, Kompol Anhar, Senin 3 Mei 2021, kemarin.
Menurut Anhar, posko ini resmi beroperasi pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Ditambahkan, Sekretaris Daerah, Armiady, meminta semua pihak untuk ikut terlibat aktif dalam kegiatan di posko penyekatan.

“Saya minta kita semua terlibat aktif, terkait bagaimana menyiapkan tenda dan kelengkapannya, termasuk penyediaan masker dan hand sanitizer serta peralatan kesehatan lainnya,” kata Armiady saat memimpin Rapat Pembentukan Posko Check Point, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Muslim Muhtar, mengatakan bahwa pembentukan posko penyekatan atau check point larangan mudik Lebaran di perbatasan sangat urgent dilakukan dalam rangka memperketat wilayah Kabupaten Lutra dari potensi masuknya Covid-19. Dimana saat ini seluruh wilayah kecamatan di Lutra sudah masuk zona hijau Covid-19.
Sementara Kadis Perhubungan, Hakim Bukara, mengatakan bahwa sudah saatnya pemerintah daerah tegas dalam merespon kebijakan larangan mudik lebaran.

“Saya teringat statemen mantan Pjs Bupati, bahwa untuk apa kita melawan COVID-19 kalau hanya dengan lemah lembut. Nah, melarang tegas orang mudik, saya kira ini cara yang paling jitu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” ucap Hakim.

Lutim

Di Luwu Timur, dikatakan Kabag Ops Polres Luwu Timur Kompol. Akbar A. Malloroang, untuk menetralisir aktivitas mudik masuk ke Luwu Timur, Polres menentukan 4 pos penyekatan.

Untuk pos penyekatan mudik ditempatkan di Pos Tambangan (Batas Sulawesi Tengah), Pos Lampia (Batas Sulawesi Tenggara) Pos Burau (Batas Kabupaten Luwu Utara) dan Pelabuhan Nuha (Penyeberangan Morowali). (cr1/jun/and/idr)