Pengelola Mall Batasi Pengunjung

16
PETUGAS Matahari Dept. Store memeriksa suhu tubuh pengunjung dan mencatat jumlah pengunjung yang masuk di dalam gerai, Senin 3 Mei 2021. Untuk menghindari penumpukan pengunjung di dalam gerai, pihak manajemen membatasi maksimal 250 orang. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Mewajibkan 3M Saat Masuk, Sementara Pasar Makin Ramai

PALOPO — Mendekati Hari Raya Idulfitri, sejumlah pusat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi warga. Di Makassar, misalnya sampai-sampai, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto harus turun tangan melakukan sidak dan membubarkan kerumunan di Mall Panakukkang (MP), Ahad (2/5/21), lantaran membludaknya pengunjung.
Masyarakat yang berbelanja di mall tidak lagi mentaati protokol kesehatan (prokes).

Agar kejadian ini tidak terjadi di daerah, seperti di Palopo, beberapa pusat perbelanjaan telah melakukan antisipasi, dengan cara membatasi pengunjung.

Seperti dikatakan Manager City Market Palopo, Robert. Kepada Palopo Pos di halaman City Market Palopo, mall terbesar di Luwu Raya ini, ia mengatakan, pihaknya melakukan pembatasan pengunjung yang masuk ke dalam gedung. Hanya saja, selama ini, kata Robert, kapasitas gedung dengan jumlah pengunjung tidak sebanding. “Sekarang ini paling hanya di bawah 500 orang yang datang pak. Nah, kalau mendekati lebaran, baru ada peningkatan, biasa mencapai 3.000-an orang. Tetapi itu masih dalam batas wajar dengan luas gedung yang cukup besar dengan banyak lantai,” kata Robert.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ketika berbelanja, pihak pengelola City Market, kata Robert, memberlakukan aturan ketat 3M. Dimana, sebelum masuk, pengunjung diarahkan mencuci tangan di dua westafel yang disediakan di depan lobi. Lalu, diminta memakai masker, dan diukur suhu tubuhnya.

“Tapi kadang juga ada yang bandel tidak mau pakai masker. Kalau begitu, kami tegas, dan minta keluar, mencari tempat belanja yang lain. Jangan hanya karena satu orang tidak pakai masker, satu gedung didenda,” kata Robert, Senin 3 Mei 2021, kemarin.

Pengetatan pengunjung di City Market, juga diterapkan pihak tenant. Seperti dilakukan manajemen pusat perbelanjaan Matahari Dept Store di lantai 2 City Market.

Dikatakan salah satu pegawainya bernama Atha yang bertugas di depan pintu masuk, pihak manajemen membatasi maksimal 250 orang yang bisa masuk ke dalam gerai Matahari.

Bahkan sebelum masuk, pengunjung akan diukur suhu tubuh, dan diminta memakai masker hingga menutupi hidung.
Agar jumlah pengunjung yang masuk tidak lebih dari 250 orang, ia bersama seorang rekannya lagi menghitung dan mencatat orang yang masuk.

“Jadi kalau sudah 250 orang yang di dalam. Kita setop dulu, tutup akses masuk. Setelah banyak yang keluar, baru kita buka lagi,” kata Atha.

Pembatasan pengunjung juga diberlakukan pengelola Mega Plaza. Dikatakan Asisten Manager Mega Plaza, Chia yang ditemui Palopo Pos menjelaskan, kalau pihaknya juga memberlakukan pembatasan pengunjung, khususnya untuk dilantai 4 (food court dan cafe).

Sedangkan untuk lantai 1, 2, dan 3 tidak, karena dapat dilihat langsung, selama ini yang datang berbelanja dalam sehari paling banyak di bawah 300 orang.
Khusus yang di lantai 4, tempat makan dan cafe, kata Chia, memang dilakukan pembatasan pengunjung.

“Kadang yang lakukan reservasi berbuka puasa bilangnya hanya 30 orang, tetapi yang datang sampai 40 orang, terpaksa kita setop orderan, untuk menghindari semakin banyaknya pengunjung yang datang,” sebutnya.

Sambung Chia, dengan kapasitas tempat yang terbatas, pembukaan orderan untuk reservasi juga dilakukan terbatas, hanya untuk tiga sampai empat grup kecil.
Adapun waktu-waktu yang paling ramai, sambung Chia, biasanya saat weekend, dan waktu berbuka puasa.

Pasar Tetap Ramai

Berbeda dengan pusat perbelanjaan mall. Masyarakat yang datang berbelanja di dua pasar di Palopo, yakni, Pusat Niaga Palopo (PNP), dan Pasar Andi Tadda nampaknya tidak dilakukan pembatasan.

Warga bebas keluar masuk di dalam pasar. Bahkan beberapa di antaranya tetap nekat tidak memakasi masker.
Dari pantauan Palopo Pos di PNP, Senin, kemarin, nampak warga berdesak-desakan di dalam pasar sambil berbelanja kebutuhan sehari-hari, dan lebaran nantinya.
Seperti dikatakan Ibu Riska, yang habis berbelanja beberapa ekor ayam dan bumbu untuk lebaran.

Antusias warga berbelanja ke pasar, seiring dengan mendekati lebaran, mempersiapkan masakan terbaik. Ditambah lagi dengan pembayaran gaji dan THR juga sudah dibayarkan sejak, Jumat 30 April 2021, akhir bulan lalu.

Parkir kendaraan roda dua pun juga nampak bertambah. Jika biasanya hanya 1 sampai 2 baris, tetapi, sekarang sampai 4 baris motor yang berjejer terparkir.

Kondisi ini, bahkan diprediksi masih akan meningkat lagi semakin mendekati hari lebaran.
“Belum seberapa ini pak, kalau sudah 3 hari sebelum lebaran, apalagi 1 hari sebelum lebaran, penuh ini pasar. Parkiran bisa sampai setengah badan jalan diambil,” kata Opcel, salah satu juru parkir di PNP.(idr)