Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar, Bupati Torut: Ayo Bangkit dengan Cara Kerja Baru, Jangan Terlena dengan Kemalasan

977
Yohanis Bassang, Bupati Toraja Utara saat pimpin upacara Hardiknas di lapangan bakti Rantepao, Senin, 3 Mei 2021. --albert tinus--

PALOPOPOS.CO.ID, RANTEPAO– Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021, pemerintahan daerah Kabupaten Toraja Utara melaksanakan upacara bendera dengan mengusung tema “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar “. Bertempat di lapangan bakti Rantepao, dengan protokol kesehatan secara ketat.

Menariknya dalam Upacara Hardiknas tersebut para ASN yang mengikuti upacara ini, semuanya menggunakan pakaian adat khas Toraja Pa’tanun (Kain hasil tenun).

Selaku Pembina Upacara Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang, SE, M.Si , membacakan pidato tertulis dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, yakni Hari Pendidikan Nasional tahun ini merupakan kali ke-2 dirayakan di masa pandemi.

“Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia,” kata Yohanis Bassang.

Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar, Bupati Torut: Ayo Bangkit dengan Cara Kerja Baru, Jangan Terlena dengan Kemalasan

Menurutnya, esensi mendasar pendidikan harus memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan di negara kesatuan republik Indonesia haruslah menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta juga keselamatan hidup. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.

“Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar,” ujar Ombas, sapaan akrab Yohanis Bassang.

Masih kata Bupati Toraja Utara dalam arahannya, kain dua warna ini bisa berkibar seperti ini setelah melalui perjuangan yang melelahkan dan telah meregut jutaan jiwa. ”Tantangan bagi kita generasi penerus. Sebagai anak-anak bangsa dimana hati nurani kita? Bapak ibu guru harus memberi contoh pada anak didik kita,” katanya.

Saat upacara pengibaran bendera, tidak boleh satupun ada yang bergerak di saat pengibaran bendera sedang berlangsung, apakah itu kendaraan roda dua, roda tiga maupun roda empat. Semua harus berhenti dan memberikan hormatnya. Setelah selesai, barulah bisa melakukan aktivitasnya lagi. ”Kalau bukan kita yang menghargai lalu siapa lagi,” harapnya.

Menurutnya, bendera ini adalah simbol negara. Jadi, bukan hanya sekadar kain. Oleh karena itu, dirinya berharap dalam upacara, belajarlah menghargai orang dan menghargai diri sendirti. ”Bagaimna mungkin orang menghargai jika kita tidak bisa menghargai diri kita,” kata Ombas.

Ombas berharap, para guru dan ASN di Toraja Utara harus mulai bangkit dengan cara kerja baru. Jangan terlena dengan kemalasan. Yang ditunggu masyarakat sekarang adalah karya nyata bukan retorika.

Mulai tanamkan nasionalisme dalam diri masing-masing. Selama kepemimpinan saya lima tahun kedepan, apupun yang kita kerjakan harus di selesaikan dengan baik, tidak ada yang namanya sekadar-sekadar.

“Hari ini kita merayakan pendidikan nasional, Pendidikan membuka jendela masa depan pendidikan ke depan. Berada di pundak masing-masing. Berlombalah meraih kesuksesan. Dunia pekerjaan sekarang membutuhkan keterampilan. Bekalilah diri dengan ketrampilan yang hebat, yang semua itu di dapat dari pendidikan. Seorang pemimpin yang hebat itu memiliki pengalaman, jangan menjadi pemimpin yang karbitan,” pungkas Ombas.

Hadir dalam upacara memperingatti Hardiknas Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, ST, Sekda Rede Roni Bare, Jajaran pemerintahan daerah Kabupaten Toraja Utara, Forkopimda Toraja bersama perwakilan dari siswa-siswi SD, SMP, dan SMA, serta tenaga kesehatan. (albert tinus)