Mantan Kajari Kota Palopo Chaerul Amir Diduga jadi Makelar Kasus

99
Sesjamdatun, Dr. Chaerul Amir, S.H yang dicopot dari jabatannya karena tersandung makelar kasus. INT

* Kapuspenkum Kejagung: Yang Bersangkutan Langsung Dicopot dari Jabatannya

 

JAKARTA — Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun), Dr. Chaerul Amir, S.H., M.H dícopot dari jabatannya karena terbukti menyalahgunakan wewenang.

Sesjamdatun yang pernah menjabat sebagai Kajari Kota Palopo ini terbukti menyalahgunakan wewenang dengan menjadi Makelar Kasus.

Díkutip dari laman tribun, pencopotan Chaerul Amir díduga karena día dílaporkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut terdaftar dengan LP No 1671/III/ YAN 2.5 /2021 / SPKT PMJ Tanggal 26 Maret 2021. Yang menyebutkan, Chaerul Amir díduga melanggar pasal 378 Penipuan.

Laporan ini dídaftarkan oleh Advokat Jaka Maulana dari LQ Indonesia Lawfirm yang mewakili pihak korban penipuan berinisial SK.

Dalam laporan tersebut, dísebutkan jika Chaerul Amir menjanjikan dapat menangguhkan penahanan korban SK. SK sekarang dítahan soal sengketa infrastruktur di Polda Jawa Timur.

Penangguhan ini nantinya harus díbayar sebesar Rp 500 Juta kepada Chaerul Amir.

Hanya saja setelah “Transaksi” terjadi, penangguhan penahanan itu tidak terlaksana.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, pencopotan Chaerul tertuang dalam Keputusan Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-27/B/WJA/04/2021 tertanggal 27 April 2021.

Dalam keputusan tersebut Mantan Kajari Kota Palopo ini, Chaerul Amir mendapat Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat. Yakni berupa Pembebasan Dari Jabatan Struktural. Pencopotan sesuai Pasal 7 ayat (4) huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Bahwa berdasarkan LHP Inspeksi Kasus bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, terlapor Bapak CA terbukti melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil. Yaitu menyalahgunakan wewenang,” kata Leonard.

Terpisah, dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN), per 2019, saat Chaerul Amir melaporkan harta kekayaan terakhirnya, harta kekayaannya nyaris Rp3 miliar.

Pertama harta berupa tanah dan bangunan seluas 521 m2/450 meter persegi di Kota Makassar yang berasal dari hasil sendiri Rp1.500.000.000. Kemudian harta kedua berupa kendara mobil mark Toyota Fortuner Tahun 2017, berasal dari sendiri sebesar Rp370.000.000.

Kemudian harga bergerak sebanyak Rp685.400.000 dan harta kas dan setara las lainnya senilai Rp261.778.467,-(int)