Kalah Tahun Lalu di PN, Anak Gugat Lagi Ibu Kandungnya

57

* Lantaran Jual Sawah Warisan untuk Renovasi Rumah

BELOPA-– Tak puas dengan putusan pengadilan tahun 2020 lalu, tiga anak kembali menggugat ibu kandungnya di Pengadilan Negeri (PN) Belopa. Perkara ini sidang perdana pada 29 April 2021.

Ketiga anak tersebut yakni Idawati Pasuba, Yuliana Pasuba, dan Suarnik Pasuba. Mereka menggugat ibunya, Agustina Sattu (78), Agustina Pasuba (adik penggugat), dan Agustinus SE (pembeli tanah). Idawati Cs menggugat lantaran ibunya menjual tanah sawah warisan seluas setengah hektare di Desa Lare-lare, Kec. Bua untuk biaya renovasi rumah seharga Rp60 juta.

Pada persidangan pertama lalu, Ketua Majelis Hakim, Dr Sufiani didampingi hakim anggota Wahyu Hidayat dan Richard yang menangani perkara ini, memediasi kedua pihak untuk menyelesaikan secara damai perkara ini sebelum pokok perkara disidangkan.

“Jika proses mediasi ini, kedua pihak sepakat, maka sidangnya tidak kita lanjutkan. Tapi kalau mediasinya buntu, sidang kita lanjutkan,” kata Sufiani.

Sementara Agustina sambil menahan tangis mengaku tidak pernah menyangka, anak sulungnya itu, tega menyeretnya ke meja hijau, hanya karena persoalan sebidang tanah.

“Sawahnya laku terjual Rp60 juta, uangnya saya gunakan untuk memperbaiki rumahku, saya mau, rumah ini masih sempat saya tempati sebelum meninggal dunia,” kata Agustina Sattu di PN Belopa.

Sambil menenteng tongkat, Agustina didampingi dua anaknya yang lain, memasuki ruang sidang. Matanya berkaca-kaca. “Sakit sekali saya, sangat sakit, padahal sawah yang saya jual itu, uangnya digunakan untuk memperbaiki rumah, tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan,” ujarnya.

Sementara pengacara pihak penggugat, menolak memberikan komentar apapun soal gugatan tersebut. “Nanti saja kalau kasusnya sudah selesai,” kata salah seorang pengacara penggugat.

Untuk diketahui, pada 31 Januari 2020 lalu, Idawati Pasuba Cs menggugat ibunya Agustina Sattu, adiknya Agustina Pasuba, dan pihak pembeli Hermin Munda di PN Belopa atas kasus yang sama. Namun majelis hakim menolak gugatan para tergugat pada sidang pembacaan putusan, 6 Agustus 2020. (fan/ikh)