Hiduplah dengan Berpedoman pada Alqur’an dan Hadist

18

Halim Palatte SE M,Si

Dosen Universitas Muhammadiyah Palopo

Hiduplah dengan berpedoman pada Alqur’an dan Hadizt, pasti bahagia dan harum namamu di dunia terlebih di akhirat. Perbanyak kunjungi Masjid dan kurangi ke pasar karena di pasar itu sering terjadi kecurangan (dosa).

Namun demikian, ada oknum pengurus Masjid membagikan uang zakat fitrah kepada orang yang tidak masuk dalam 8 golongan (ada oknum yg minta bagian zakat fitrah), berarti mereka itu mengambil hak fakir miskin. Barang siapa yang makan harta fakir miskin dan anak yatim piatu, maka sama saja makan bangkai atau makan daging saudaranya. Jangan mengambil zakat fitrah bagi orang yang sudah mapan kehidupnya.

Rasul Muhammad SAW termasuk saudagar dan sebagian besar sahabat Rasulullah sebagai pedagang yang jujur, tapi pedagang perantara gabah di Tana Luwu sebagian besar tidak jujur karena timbangan yang digunakan tidak normal (posisi jarumnya miring ke kiri) ditambah lagi potongan 2 sampai 3 kg per karung. Jadi potongan setiap karung minimal 10 kg. Kemudian harga  gabah bervariasi dan tidak dibayar kas (kredit tanpa batas waktu yang ditentukan). Kondisi demikian sangat merugikan petani padi.

Diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan petani mulai bajak sawah sampai panen sangat besar dan sebagian di pinjam. Jika dibandingkan antara pendapatan (hasil penjualan gabah) dgn biaya yang dikeluarkan, ditaksir 100% berbanding 80%. Berarti hasil yang diperoleh petani hanya 20% saja selama 4  bulan kerja, belum termasuk biaya tenaga kerja langsung (upah kerja).

Program kerja pemerintah tentang Pemuliham Ekonomi Nasional (PEN) belum menyentuh petani padi. Diketahui bahwa makanan poko masyarakat Indonesia adalah beras. Produksi beras dikerjakan oleh petani padi. Belum ada perusahaan besar yang berani berinvestasi di bidang padi sawah, karena tidak layak (merugikan).

Pemerintah telah memberikan supsidi pupuk, tapi blm optimal karena belum ada kontrol langsung ke petani. Pencetakan sawah sudah banyak, tapi belum mampu meningkatkan produksi beras dan mensejahterakan petani padi.

Saran, hilangkan saja subsidi harga pupuk, tapi pemerintah tetapkan Harga Standar dan tunjuk toko setiap kecamatan sebagai distributor pupuk. Berdayakan Bulog sebagai pembeli langsung gabah petani dengan harga standar per kg (tanpa pedagang perantara), Produksi beras dolog didistribusikan ke kota dengan harga sama harga gabah per kg. Kondisi demikian menunjukan pemerintah telah memihak sepenuh kepada masyarakat (win win solution). Semoga bermanfaat. (*)