Demi Tuhan, Saya Tak Ada Niat Gugat Ibu

969

Idawaty Pasuba. –ist–

*Cuma Sedih, Adik Saya Tega Manfaatkan Ibu Jual Sawah Warisan Ayah

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Idawaty Pasuba (58), seorang anak yang menggugat Agustina Sattu (78), ibu kandungnya sempat viral di media sosial. Bahkan perempuan tersebut dicemooh ratusan warga net. Namun tahukah netizen, yang ingin digugat Idawaty sebenarkan bukan ibu kandungnya, tapi Agustina Pasuba (56), adik kandungnya, dan juga Agustinus, selaku pembeli sawah warisan ayahnya.

“Saya tidak ada niat menyakiti ibu apalagi menyeretnya ke kantor pengadilan. Lawan sengketa saya sebenarnya adik kandung saya. Itu karena ibu saya dimanfaatkan dalam transaksi penjualan sawah warisan Ayah kami. Dan saya juga punya hak sebagai ahli waris dari Ayah,” ungkap Idawaty Pasuba, saat diredaksi Palopo Pos, Selasa 4 Mei 2021, siang kemarin.

Jauh sebelumnya, kata Idawaty, ada kesepakatan dalam keluarga jika harga sawah digunakan membangun rumah bersama atau rumah keluarga dengan desain delapan kamar, ruang tamu, dapur serta toilet. Tapi kenyataannya, Agustina Pasuba malah membangun rumah dengan pikiran dan perencanaan sendiri.

“Inilah yang kami tidak sepakat, keluarga lalu mencoba melakukan mediasi tingkat dusun, desa, dan kantor polisi, tapi hasilnya nihil. Malah, Agustina menyuruh saya agar sengketa ini diselesaikan di pengadilan. Nah, berawal dari situlah, saya menempuh jalur hukum. Sebagai anak pertama yang juga penggugat saya menggugat adik saya sendiri Agustina Pasuba, ibu saya, Agustina Sattu (sebagai tergugat 2), dan Agustinus, pembeli sawah tergugat 3. Dan saya sangat curiga kalau ibu sudah dimanfaatkan oleh adik saya itu, untuk menjual dan bertandatangan di atas kuitansi penjualan sawah warisan ayah kami. Apalagi ibu kami sudah mulai agak pikun dan sangat tua,” katanya.

Idawaty menyebutkan bahwa gugatan terhadap ibunya bukan karena benci atau kesal karena telah dimanfaatkan adiknya menandatangi kuitansi penjualan sawah warisan ayahnya.

“Ini saya lakukan semata-mata karena saya sayang sama ibu, sehingga apa yang saya lakukan demi keadilan atas kecurangan adik kandung saya. Dan memang sawahnya dijual, tapi bukti kepemilikannya ada sama saya. Dalam surat sangat jelas bahwa lahan sawah adalah warisan ayah yang diwariskan kepada ibu kami, Agustina Sattu, dan semua anaknya diantaranya saya sendiri (Idawaty Pasuba), dan tujuh adik-adik saya, yakni, Arni Pasuba, Martinus Pasuba, Jhony Pasuba, Agustina Pasuba, dan Yuliana Pasuba. Jadi kami depan bersaudara, satu sudah meninggal,” kata Idawaty, seraya menamnbahkan Pengadilan Negeri Belopa sudah melakukan dua kali mediasi, namun hasilnya belum maksimal. Senin pekan mendatang mediasi akan dilakukan yang ketiga kalinya.

Mungkin seperti inilah masalah yang sedang dihadapi Idawaty Pasuba. Dimana diketahui bahwa ketika tanah tersebut merupakan harta bawaan si ibu kandung, maka si ibu berhak untuk menjual tanah itu tanpa persetujuan anak-anaknya karena tanah tersebut tidak termasuk ke dalam harta bersama yang setengahnya harus dibagikan kepada ahli waris pada saat suaminya meninggal.
Apabila tanah tersebut merupakan harta bersama, maka pada saat suaminya meninggal dunia, anak-anak dari perkawinan tersebut memiliki hak atas bagian ayahnya dalam harta bersama (sebagai ahli waris penerima warisan dari ayahnya). Sehingga pemilik tanah adalah si ibu dan para ahli waris. (himawan)